Pegawai Bank BNI Tewas Terseret Motor Begal, Warga Kritik Kinerja Polres Pematang Siantar

Polres sekarang berbeda dari sebelumnya. Dulu ada aparat naik sepeda motor keliling-keliling berpatroli

Kasus penganiayaan sadis siswi SMA Swasta Nadya dan tewasnya pegawai BNI Rara Sitta Stefanie setelah diseret begal, membuat warga Siantar makin resah. Mereka pun menyoroti dan mengkritik kinerja Polres Siantar.

Pegawai Bank BNI Tewas Terseret Motor Begal, Warga Kritik Kinerja Polres Pematang Siantar

Salah satunya disampaikan tokoh masyarakat Natsir Armaya Siregar. Ia mengkritik kinerja Reskrim Polres Siantar terkait tewasnya Rara Sitta Stefanie, karyawati Bank BNI yang berkantor di Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar, Rabu (25/10/2017) malam.

“Polres sekarang berbeda dari sebelumnya. Dulu ada mereka aparat naik sepeda motor keliling-keliling berpatroli pagi, siang dan malam ke sejumlah tempat. Dulu polmas itu namanya,” katanya Armaya, Jumat (27/10/2017).

“Jangan ada laporan dulu baru ke lapangan, mereka harus intens ke lapangan, baik itu waktu pagi, siang, malam,” ujarnya.

Sementara itu, seorang pegawai Bank BNI merasa takut pulang kerja setelah shock saat melayat Rara Sitta Stefanie di ruang Instalansi Jenazah dan Forensik RSUD Djasamen Saragih.
“Ngeri kali sudah Siantar ini. Kasus siswi Nadya itu aja belum ditangkap. Sekarang rekan sendiri jadi korban. Jadi takut berkendara sepeda motor di Siantar,” ujarnya.

Komunitas Pangordong Kota (KPK) Siantar meluapkan keresahan dan kekesalan dalam bentuk karangan bunga yang dipajang di Simpang 4 Jalan Gereja, Kecamatan Siantar Selatan.

Karangan bunga bertuliskan “Turut Prihatin Atas Ketidak Pedulian Aparat Penegak Hukum Atas Maraknya Tindak Keriminal Hingga Berujung Kematian Rara DKK”.

Ketua KPK Siantar Herdin Silalahi, Kamis (26/10/2017) mengatakan, maraknya kasus kriminal di wilayah Kota Siantar adalah salah satu bukti Polres Siantar tutup mata dan hanya menunggu laporan masyarakat.

“Semakin hari, semakin marak tindak kejahatan, tetapi kita lihat bagaimana kinerja Polres Siantar, sepertinya menutup mata terhadap ini,” ujar Herdin.

“Kita lihat kasus pemerkosaan (SR) yang 3 orang pelakunya sampai saat ini belum tertangkap, kemudian penganiyayaan terhadap siswi SMA Teladan, dan terakhir Rara yang dijambret hingga meninggal. Ini adalah sebagain contoh kinerja Polres Siantar yang tidak baik,” ungkapnya.

Herdin berharap, Polres Siantar bisa bekerja, terlebih bisa memberikan rasa perlindungan, ketertiban dan aman bagi masyarakat Kota Siantar.

“Kita prihatin melihat kekhawatiran masyarakat karena tingginya tingkat kriminalitas belakangan, dan kita harap Polres Siantar tidak tidur lagi lah, bangun berantas narkoba, dan tindak kejahatan lainnya,” ujarnya.