Heboh Waktu Larikan Motor Milik Mahasiswi UMN, Pria Ini Da…Da…Da…Da , Pas Ditangkap, Hmm..!

10-2-2019-Larikan-sepedamotor-mhs-UMN1.jpg

SERGAI, metro24jam.com – Pria satu ini mungkin masuk dalam kategori menyebalkan. Bagaimana tidak, saat berkenalan dengan seorang mahasiswi Universitas Muslim Nusantara Medan, dia mengaku bernama Rangga.

Tak hanya itu, pemuda yang ternyata bernama Suryono alias Sisur ini juga tega-teganya melarikan sepedamotor milik sang mahasiswi bernama Inneke Yolanda Mahulete tersebut. Parahnya lagi, sewaktu melarikan sepedamotor itu, dia malah melambaikan tangan sambil mengatakan,”Da…da…da…da…”.

Tapi, Sabtu (9/2/2019) malam sekira pukul 21.30 Wib, Suryono akhirnya ditangkap polisi. Pemuda yang belakangan diketahui beralamat di Dusun X, Desa Simpang Empat Tangsi, Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai, hilang langsung senyumnya.

Seperti diceritakan Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Sisworo, Minggu (10/2/2019), kisah pencurian tersebut berawal pada Jumat (8/2/2019) siang, sekira pukul 12.00 Wib.

Saat itu, Inneke Yolanda Mahulete (21), warga Dusun IV, Desa Sementara, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, berangkat dari kampus Universitas Muslim Nusantara Medan bersama temannya Ajeng Vianingsih. Tujuan mereka, untuk mengantarkan surat pemberitahuan magang dari kampus ke Pemkab Sergai.

Keduanya pun menumpang angkot sampai ke Perbaungan. Di sana Inneke dan Ajeng mengambil sepedamotor dari tempat penitipan. Di sana, Ajeng kemudian bertemu dengan temannya Rangga Pangestu.

Beberapa menit berikutnya, Inneke mendapat telpon dari Suryono–ketika itu mengaku bernama Rangga–yang baru 1 bulan dikenalnya. Dalam pembicaraan telepon tersebut, Suryono menanyakan keberadaan Inneke.

Saat itu, Inneke mengatakan bahwa dia berada di Perbaungan dan hendak ke Kantor Pemkab Sergai. Pucuk dicinta ulam pun tiba, bak gayung bersambut, Suryono pun spontan mengatakan bahwa dia bermaksud ke Sei Rampah dan meminta agar bisa menumpang dengan Inneke.

“Abang mau ke Rampah juga. Abang numpang ya! Sekarang abang lagi di Simpang Obang Abing, jemput ya!” kira-kira begitu ucapan Suryono merayu Inneke untuk menjemputnya ketika itu.

Karena merasa perjalanannya satu arah, permintaan Suryono pun dipenuhi Inneke. Mengendarai sepedamotor Honda Supra X 125, BK 3409 XAY, dia bersama Ajeng Vianingsih yang berboncengan dengan Rangga Pangestu pun segera bergerak menuju Simpang Obang Abing, Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan.

“Sampai di Simpang Obang Abing, korban menghentikan sepedamotornya setelah bertemu dengan tersangka. Saat itu yang mengemudi adalah tersangka,” kata AKP Sisworo.

Selanjutnya, keempat orang tersebut kemudian bergerak menuju Kantor Pemkab Sergai. Sesampainya di sana, Inneke dan Ajeng pun mengantarkan surat magang mereka ke Kantor Pemkab Sergai, sedangkan Suryono dan Rangga Pangestu menunggu di parkiran. Selesai mengantar surat, Ajeng dan Rangga Pangestu bergegas duluan pulang.

Inneke pun sebenarnya berniat pulang. Dia pun meminta kunci kontak sepedamotornya dari Suryono. Tapi saat itu, Suryono tidak menyerahkan kunci tersebut dengan dalih akan mengantarkan Inneke pulang.

“Biar abang antarkan lagi pulang adek,” kata Suryono ketika itu.

Pria itu kemudian mengemudi sepedamotor membawa Inneke. Tapi ketika sampai di Firdaus, Suryono tiba-tiba membelokkan sepedamotor ke arah kanan tepatnya di depan kantor BPN.

Merasa tidak pada jalur semestinya, Inneke pun bertanya. “Kenapa lewat sini bang?”

Dengan santai Suryono menjawab, “Kita motong jalan aja. Nanti ada polisi razia.”

Suryono kemudian membawa Inneke memutar-mutar lewat kampung yang tidak dikenalinya lalu melintasi kebun sawit sampai ke Sialang Buah, Mangga Dua, Sei Rejo dan akhirnya ke perkebunan sawit PT Socfindo Matapao, Dusun VI, Desa Firdaus.

“Di sana, tersangka menghentikan sepedamotor dengan alasan hendak buang air kecil. Sementara korban menunggu di atas sepedamotor. Dan setelah selesai buang air kecil, tersangka menyuruh korban untuk turun dari sepedamotor dengan alasan hendak memutar arah, sambil menghidupkan mesin,” jelas Sisworo.

Rupanya, itu hanya akal-akalan Suryono. Sesaat kemudian, dia menolakkan Inneke hingga terjatuh dari sepedamotornya lalu pria itu pun kabur tancap gas. “Da…da…da…da…!” ucap Suryono sembari tersenyum mengejek.

Inneke berusaha mengejar sambil menjerit minta tolong. Namun apalah daya, pria itu pun segera tancap gas dan menghilang dari pandangan mata sang mahasiswi. Tak lama kemudian, Inneke ditemukan warga yang sedang melintas. Warga tersebut kemudian menghubungi polisi.

Inneke kemudian membuat pengaduan resmi sesuai Laporan Polisi bernomor: LP/55/II/2019/SU/RES SERGAI, tanggal 8 Februari 2019.

“Hari Sabtu (9/2/2019), personel Team Opsnal Polres Sergai mendapat informasi tentang identitas dan keberadaan tersangka. Selanjutnya, pada pukul 21.00 Wib, personel menangkap pelaku di tempat persembunyiannya di Dusun IV Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah,” jelas Sisworo.

Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti dari tempat persembunyian Suryono tersebut, yaitu, 1 unit Sepedamotor Honda Supra X 125, warna hitam les merah dan putih, jacket warna pink milik Suryono.

“Tersangka diduga melanggar pasal 363 Subsider 362 KUHPidana,” pungkas AKP Sisworo. (mad)