Heboh Truk Bawa Kayu Diduga Hasil Illegal Logging Terguling di Gunung Kapur Trumon

14-3-2019-Truk-kayu-terguling.jpg

ACEH SELATAN, metro24jam.com – Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Trumon mengamankan puluhan kubik kayu diduga hasil illegal logging, serta satu unit truk pengangkutnya yang sudah hancur di Gunung Kapur, Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan, Rabu (13/3/2019) sekira pukul 10.35 Wib.

Hingga Kamis (14/3/2019), belum belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab sebagai pemilik kayu yang diangkut dengan truk Colt Diesel, BL 8905 AE tersebut.

Pihak RPH Trumon dengan tim khusus yang dipimpin Pak Kas selaku senior tim mengatakan, jenis kayu tersebut adalah cengal dan keruwing.

“Kita sudah mengamankan kayu tersebut dan diserahkan ke pihak kepolisian, dalam hal ini Mapolsek Trumon Timur Polres Aceh selatan untuk dilakukan penyidikan tingkat lanjut,” katanya ketika dikonfirmasi metro24jam.com.

Informasi yang dihimpun metro24jam.com di lapangan, truk pembawa kayu diduga illegal logging tersebut naas tersebut sebelumnya disebut datang dari arah Bakongan menuju Trumon Timur, melalui jalan Lintas Aceh Selatan-Medan Rabu (13/3/2019) dinihari, sekira pukul 01.20 Wib.

Berdasarkan keterangan seorang warga setempat, pada malam kejadian itu, hujan turun sangat deras ditambah angin kencang.

“Tiba-tiba kami dengan suara dentuman keras. Waktu itu kami sudah menduga bahwa ada mobil yang terjungkal. Di kawasan gunung kapur itu memang sudah sering kecelakaan mobil jatuh,” kata pria yang enggan menyebutkan namanya.

Namun, lanjut dia, warga tidak berani keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi karena kondisi cuaca buruk dan sangat gelap.

Kayu muatan truk diduga hasil illegal logging diamankan. (Rian/metro24jam.com)

“Waktu kami datang pagi-pagi, kami lihat ada mobil pembawa kayu yang terjungkal, tanpa sopir dan tidak ada satupun manusia di lokasi tersebut. Ini sopir sangat lihai, sehingga tidak cedera. Jadi kita perkirakan mobil ini mengalami blong rem,” katanya.

Sementara itu, hasil penelusuran metro24jam.com, truk nopol BL 8905 AE tersebut tercatat milik satu perusahaan di Banca Aceh. (ri)