Heboh Tingkatkan Angka Pemilih, LSM Karya Tawarkan Strategi Ini pada KPU

20181205080532-marjo.jpg

Siantar,hetanews.com- Suksesnya Pemilu (Pilpres dan Pileg)  2019 mendatang, yang digelar pada 17 April 2019, tidak terlepas dari tingginya partisipasi pemilih.     

Dan untuk menekan angka golput, maka pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), dipandang perlu membuat berbagai strategi.

Seperti disampaikan Ketua Umum DPP LSM Karya, Marjo Situmorang, Rabu (5/12/2018), melalui pesan WhatsApp (WA), kepada Hetanews.com.  

Dijelaskannya, ada baiknya pihak KPU mengajak para tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk membangun komitmen, seperti ‘mengosongkan’ seluruh kegiatan pesta perkawinan maupun pesta  lainnya saat hari ‘H’ pemungutan suara.

“Kalau boleh, pas hari ‘H’ Pemilu, tepatnya 17 April 2019, tidak ada kegiatan masyarakat seperti acara pesta adat.  Karena kalau sempat ada dua puluh  menggelar pesta, maka dikuatirkan akan mengurangi jumlah warga pemilih ke TPS untuk memberikan hak pilihnya. Sehingga peran serta tokoh masyarakat, juga sangat membantu dalam mensukseskan Pemilu 2019 mendatang,”ujarnya memberi pertimbangan.

Menurut Marjo, ada baiknya Pemilu 2019 mendatang menjadi tanggung jawab semua pihak untuk mensukseskannya. Sehingga dengan adanya kepedulian dan kerjasama dari masyarakat, tentu sangat membantu, ujarnya.  

Lanjutnya, ide ini memang tampaknya sepele, namun jika dilaksanakan, diyakini mampu meminimalisir angka golput yang kerap jadi 'persoalan' saat dilakukan pesta demokrasi atau Pemilu di Indonesia.