Heboh Tembok Pembatas SPBU di Rakkuta Sembiring Dikeluhkan Warga

20181105042601-loka.jpg

Siantar,hetanews.com- Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), di Jalan Rakkuta Sembiring, Kelurahan Nagapita, Kecamata Siantar Martoba, dikeluhkan warga. Pasalnya, tembok pembatas SPBU itu, diduga menyalahi aturan.

Menurut warga setempat, tembok pembatas  SPBU yang saat ini dalam proses pembangunan itu, melebihi ukuran yang ditentukan. Oleh karena itu, warga menduga ada kecurangan yang dilakukan pihak pengusaha.

"Setelah kami amati, tembok pembatas SPBU itu, 1,50 meter lebih. Padahal, tinggi tembok sesuai aturan kan 1,40 meter. Kami menilai, pemerintah perlu menelusuri asal usul pembangunan SPBU itu," kata M Purba, saat ditemui wartawan, pekan lalu.

Ditempat berbeda, Wakil Ketua DPRD Siantar, Mangatas Silalahi, menanggapi pendirian SPBU yang diduga masih bermasalah itu. Ditemui di gedung DPRD Siantar, Senin (5/11/2018), Mangatas, menanggapi keluhan warga.

"Pembangunan SPBU itu masih bermasalah, siapa bilang ada izinnya. Coba dicek, apa memang ada izinnya," kata Mangatas Silalahi.

Menurut politisi dari Golkar tersebut, pembangunan SPBU itu memang bermasalah dan diketahui belum ada izinnya dari instansi terkait.

"Kalau memang ada izinnya dari instansi terkait, kita minta tolong ditunjukkan oleh pihak pengusaha. Yang jelas pembangunan SPBU itu masih bermasalah," ujar wakil ketua DPRD ini.

Informasi yang dihimpun sebelumnya, Dinas PMPTSP Siantar, membenarkan bahwa pembangunan SPBU yang berada di Jalan Rakutta Sembiring itu sudah mengantongi izin IMB (Izin Mendirkan Bangunan).