Heboh Tangis dan Air Mata Warnai Prosesi Penyerahan Jenazah AKBP Pangasian Sitio

12-6-2019-Penyerahan-jenazah-AKBP-Pangasian-Sitio.jpg

SIANTAR, metro24jam.com – Derai air mata dan tangis tak terbendung ketika jenazah AKBP Pangasian Sitio SIK yang dibawa rombongan personel Polda Sumatera Utara diserahkan kepada keluarga di rumah duka, di Jalan Jambu Kecamatan Siantar Marihat, Siantar, Selasa (11/6/2019), sekira pukul 20.30 Wib.

Informasi yang dihimpun metro24jam.com, mantan Kapolres Tanah Karo itu meninggal dunia di Jakarta karena sakit.

Tangis keluarga pun pecah begitu melihat jasad AKBP Pangasian Sitio terbujur kaku di dalam peti jenazah. Seketika keheningan pecah dan ramai dengan ratapan dari keluarga serta kerabat. Sembari menahan kesedihan mendalam, beberapa anggota keluarga langsung memeluk peti jenazah, sebagai ungkapan duka.

Sebelumnya, mobil yang membawa jenazah AKBP Pangasian Sitio, terlihat diparkir di depan rumah duka di Jalan Jambu Kecamatan Siantar Marihat, sekira pukul 20.00 Wib. .

Setelah diserahkan, Kapolres Deliserdang AKBP Suryantha Tarigan bersama Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan serta Kapolres Siantar AKBP Heribertus Ompusunggu dan para perwira Polri dari Polda Sumut menyerahkan jenazah AKBP Pangasian Sitio serta sejumlah dokumen kepada keluarga.

Selanjutnya, perwakilan keluarga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengupayakan pemulangan jenazah AKBP Pangasian Sitio.

adik kami ini. Mulai dari daerah Jakarta hingga tiba ketempat ini, Kota Pematangsiantar dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah berupaya memulangkan jenazah adik kami ini,” tutur seorang anggota keluarga AKBP Pangasian Sitio

Pada kesempatan itu, Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan mengucapkan permohonan maaf kepada keluarga AKBP Pangasian Sitio apabila dalam proses pemulangan ada mengalami hambatan dan kendala dalam prosesnya.

“Apabila ada kurang atau salah dalam proses pemulangan kepada keluarga hari ini maupun sedang menyaksian mohon maaf sebesar-besarnya dan mohon doa agar AKBP Pangasian Sitio SIK diterima di sisi Tuhan, dihilangkan dosanya, diterima amalnya, diluaskan kuburnya dan dapatkan tempat baik,” tutur AKBP M Liberty Panjaitan.

Selanjutnya, pada pukul 21.00 Wib, prosesi penyerahan jenazah berakhir, dilanjutkan dengan kegiatan kebaktian oleh pihak keluarga dan sejumlah warga setempat yang melayat.

Terpisah, seorang personel Humas Polres Simalungun, membenarkan bahwa AKBP Pangasian Sitio SIK meninggal dunia karena sakit.

“Masih aktif, letting Kapolres Simalungun. Tugas terakhir di BNN RI, meninggal dunia karena sakit,” katanya, tanpa merinci jabatan tersebut di BNN RI. (age)