Heboh Tak Terekspos! Inilah Buniarti Ningsih, Sosok Ibunda Ahok ‘Keberaniannya Tidak Kalah Anak Usia 17’

ahok-alias-btp-dan-ibundanya-buniarti-ningsih.jpg

YuKepo ~Ahok alias BTP menyebut Buniarti Ningsih, sang ibu tercinta, sebagai sosok yang semangat dan keberaniannya tak kalah dibanding anak usia 17!

Waah rupanya keberanian tersebut menitis ke putra tercinta, siapa kalau bukan BTP !

“Mama saya berusia 73 tahun di bulan april tahun ini dengan semangat dan keberaniannya tidak kalah dengan anak usia 17 tahun,” tulis BTP tentang sosok mamanya, TribunStyle.com kutip dari Instagram Ahok.

Siapakah Buniarti Ningsih ?


A post shared by (@basukibtp) on Feb 6, 2019 at 9:24pm PST

Yang pasti, di balik keberanian dan semangat, dialah sosok ibunda yang amat memahami karakter putranya.

“Ajak mama, nenek dan kakek naik VW di Bali,” sebut Ahok lewat InstaStory di Instagram.

Rupanya bebas penjara membuat Ahok berkesempatan jalan-jalan ke Bali mengajak mama, kakek dan neneknya.

Sosok Ahok di Mata Ibundanya

Ahok selalu identik dengan sifat keras dan tegas tak kenal kompromi bagi mereka yang korupsi dan menyalahi aturan.

Itu citra Ahok semasa menjabat Gubernur Jakarta.

Menurut sang ibu, Buniarti Ningsih, sifat keras Ahok sebenarnya berasal dari rasa kesalnya terhadap keterpurukan kondisi di sekitarnya sejak dia masih kecil.

Dia pun menceritakan tentang kepedulian Ahok kepada tukang semir sepatu.

Buniarti menceritakan, saat itu Ahok masih menjadi siswa SMA.

• Pernikahan Ahok & Puput Nastiti Devi Makin Dekat, Unggahan Terbaru Adik BTP Dibanjiri Doa

• Beda Jauh dari Ahok, 2 Anak Veronica Tan Makan Menu Sederhana di Malam Imlek

“Waktu itu, di Jakarta baru dibuka toko ayam Kentucky yang pertama di Plaza Gajah Mada atau di mana ya. Pokoknya Pak Ahok lihat ada tukang semir sepatu yang ngintip-ngintip lewat jendela,” tutur Buniarti Ningsih, dikutip dari Kompas.com .

“Lalu, dia kasih semua uang sakunya untuk belikan tukang semir sepatu itu ayam. Dia cerita ke saya, ‘Mama, mereka setelah saya kasih ayam langsung lari pulang bawa itu kotak semirnya, mungkin mereka ingin segera pulang, berikan ayam itu pada anak dan mamanya,” kenang Buniarti, seperti dilansir antaranews.com.

“Jadi, dia itu keras karena kesel, kenapa ada orang susah? Kenapa orang korupsi? Padahal dulu orang mau berjuang demi negara,” kata Buniarti.

Bukan hanya Ahok, Basuri pun, menurut Buniarti, juga memiliki jiwa sosial yang tinggi.

“Kalau yang ini, dulu, suka ambil uang di apotek enggak dikembalikan lagi karena di sini kadang-kadang masyarakat enggak punya duit, lalu dia ambilinobat di apotek, enggak dibayar.”

“Jadi, sebagai orangtua, kalau ada anaknya sosial, kita enggak boleh marah, kita harus ikut gembira,” kata Buniarti, mengakhiri ceritanya.

Sementara itu, adik ketiga Ahok, Hari, mengatakan, abangnya itu sudah sejak kecil suka mengatur.

“Mungkin karena anak pertama, suka ngatur, jadi sekolah teknik. Anak kedua, suka merawat, jadi dokter. Kalau saya lebih suka ke kesenian dan keindahan,” kata Hari. (TribunStyle.com/ *)

Resource :tribunnews.com