Heboh Tak Hanya Lumba Lumba, Kambing dan Lembu Ada di Lahan PDPAUS

20190822050158-img-20190822-134148-1040x585.jpg

Siantar,  – Sebidang lahan dan  bangunan mangkrak eks SOHO Siantar yang dikelola Perusahaan Daerah Aneka Usaha [PDAUS] kondisinya begitu memprihatinkan. Belakangan Direksi mengkomersilkan lahan itu untuk kegiatan pertunjukan atraksi Lumba-lumba selama satu bulan.

Selain atraksi Lumba-lumba dan satwa yang menjadi objek hiburan, ternyata lahan eks rumah potong hewan itu sudah lama dihuni belasan ternak mamalia, seperti Kambing dan Lembu. 

Pantauan di lokasi, Kamis (22/8/2019), belasan ekor Kambing itu berkumpul dalam satu tempat di lantai dua bangunan mangkrak mall Soho Siantar. Belum diketahui siapa pemiliknya. Anehnya, kambing-kambing itu bisa berkumpul dilantai dua.

Tak jauh dari tempat itu, tepatnya dilantai satu ada semacam kandang kambing yang dibuat dari pagar bambu dengan memanfaatkan mall mangkrak itu menjadi hunian kambing.

Selain Kambing, lahan PDPAUS yang beralamat di Jalan Melanthon Siregar, Kecamatan Selatan, itu juga menjadi habitat favorit beberapa ekor Lembu. Pasalnya ada sebagian lahan itu sudah ditumbuhi rumput hijau.

Pemandangan lain yang ada ditempat pertunjukan atraksi Lumba-lumba dan satwa, terlihat pihak penyewa tempat juga memakai sebagain lahan untuk hiburan anak-anak dan stand.

Manajer Operasional Wersut Seguni Indonesia [WSI], Tommy, yang ditemui di lokasi yang mengatakan pihaknya sudah menyewa tempat dengan pihak PDPAUS. Hanya saja dirinya tidak mengetahui berapa nomilal sewa tempat untuk pertunjukan hiburan komersil itu.

"Kalau yang tahu itu kan atasan saya. Itu urusan pimpinan-pimpinan lah, yang pasti kalau izin tempat dan izin kegiatan kita, sudah lengkap. Pertunjukan ini juga sudah mendapat izin dari Dirjen," kata dia, seraya menambahkan, pertunjukan akan dimulai besok, Jumat (23/8).

Terlepas dari kritikan beberapa pemerhati lingkungan hidup dan satwa, yang menolak satwa dijadikan objek hiburan dan komersialisasi, PDPAUS sebagai pengelola lahan diminta untuk profesional dalam mengelola aset daerah.

"Apakah ada regulasi yang mengatur jika lahan itu digunakan untuk komersil? Kalau dengan menyewakan tempat [lahan] berapa kontribusi yang dihasilkan untuk PAD-nya?," ungkap salah seorang warga Pematangsiantar,  F. Saragih ditemui terpisah.

Dirut PDPAUS, Benhard BM Hutabat, tidak berhasil ditemui saat wartawan hendak mengkonfirmasi hal ini, pada Kamis Siang. 

Sejak dilantik oleh Walikota Desember 2018 silam, jajaran direksi PDPAUS ini belum terlihat bekerja nyata dalam mengelola perusahaan daerah. Kecuali memberi izin pemakaian tempat untuk pertunjukan Lumba-lumba.