Heboh Soal Tugu Raja Sang Naualuh, Ini Tanggapan Ketua Tim Kontingen 7 Kerajaan Simalungun

Siantar,hetanews.com- Terkait kebijakan pemindahan tugu Raja Sang Naualuh ke Lapangan H Adam Malik, dinilai sebagai tindakan melanggar Peraturan Daerah (Perda) No: 15 Tahun 1989, Pasal 3 tentang Fungsi Lapangan H Adam Malik.

Hal itu ditegaskan oleh Dewi, salah seorang peserta aksi dari Gamis saat berdialog dengan para Anggota Komisi I DPRD Siantar, di ruang rapat komisi, pada Jumat (30/11/2018), lalu.

Hingga kini, polemik pembangunan tugu, di Lapangan H Adam Malik itu, banyak disoroti oleh para tokoh. Seperti Jordiman Purba, selaku Ketua Tim Kontingen 7 Kerajaan Simalungun.

Jordiman Purba yang diminta tanggapannya terkait pembangunan tugu itu, mengatakan, setelah tiba di Siantar dua hari  yang lalu, dia langsung mencari tau, apa sebenarnya yang terjadi terhadap pro kontra pembangunan Tugu Sang Naualuh Damanik yang saat sudah mulai dikerjakan di Lapangan Adam Malik.

Menurut Jordiman Purba dan berdasarkan dokumen yang diperolahnya itu, telah dilakukan kajian lokasi ideal posisi tugu oleh para profesional yang dibayar menggunakan APBD Kota Siantar. Dan berdasarkan kajian tersebut, telah dilakukan kesepakatan bersama untuk segera membangun di lokasi titik yang sudah disepakati.

"Sayangnya, lokasi titik dibangunnya tugu Sang Naualuh berubah. Berubah dengan surat yang diteken dan mengabaikan kesepakatan awal," ujarnya ketika dihubungi, Selasa (4/12/2018).

Kata Jordiman Purba lagi,  perpindahan lokasi dibangunnya tugu Sang Naualuh itu sudah memenuhi unsur tindak pidana, setidaknya terjadi kebohongan publik.

"Jadi kesimpulan ku, ya hati-hati lah. Tindakan kalian sudah memenuhi unsur pidana. Tinggal menunggu saja, siapa yang melaporkan dan siapa yang dilaporkan," pungkasnya.