Heboh Siswi SMP Ditemukan Kerja Hingga Dinihari, Warga Minta Pengelola Cafe One More Ditindak

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Temuan seorang siswi SMP bekerja di Cafe One More, Jalan Asahan KM 8, Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Simalungun, Senin (24/2/2020) dinihari, menjadi pembahasan warga dan viral di media sosial.

Pasca temuan pelajar berusia 14 tahun tersebut, pantauan Metro24jam.com, Senin (24/2/2020) malam, kafe yang biasa menyediakan minuman keras bagi pelanggannya tersebut tetap beroperasi melayani tamu.

Hal itu membuat warga yang selama ini merasa gerah dengan keberadaan kafe tersebut meminta aparat penegak hukum memberikan tindakan tegas terhadap pengelola Cafe One More.

“Kita minta aparat penegak hukum membongkar praktik dugaan eksploitasi anak di bawah umur di Cafe One More ini,” cetus seorang warga ditemui Jalan Asahan KM 8 Kecamatan Siantar, Senin (24/2/2020) malam.

Diberitakan sebelumnya, SJ (14), siswi yang bersekolah salah satu SMP di Kabupaten Simalungun ditemukan bekerja di Cafe One More, Senin (24/2/2020) sekira pukul 1.30 Wib. Gadis remaja itu sebelumnya dilaporkan orangtuanya sudah menghilang selama sepekan dari kediaman mereka.

Informasi yang dihimpun, SJ diduga bekerja di sana lantaran dibujuk seorang pekerja kafe berinisial CH. Selama bekerja di kafe tersebut, SJ bertugas menawarkan minuman dan menemani para tamu yang datang.

Namun, sudah menjadi rahasis umum di kafe tersebut, pemilik kafe Bunda akan menawarkan perempuan-perempuan muda kepada setiap pengunjung yang datang. Tak tertutup kemungkinan bahwa perempuan-perempuan muda itu akan pulang bersama tamu-tamu mereka.

“Kalau ada tamu datang, si Bunda ini yang menawarkan kepada tamu. Ya, awalnya cuma menemani tamu minum-minum saja, selanjutnya tergantung negosiasi,” bebernya saat ditemui di Jalan Asahan KM 8, Senin (24/02/2020) malam.

Menurut warga, bukan kali ini saja ada perempuan di bawah umur ditemukan bekerja sebagai pelayan kafe.

Diketahui, setelah penemuan SJ di Cafe One More, pemiliknya berinisial AK alias Bunda (32), warga Bah Gunung, Kecamatan Bandar Huluan, dipanggil ke Mapolsek Bangun. Menyusul pemanggilan tersebut, wanita yang biasanya terlihat di kafe milknya itu, belum terlihat pada Senin (24/2/2020) malam.

“Kafe ini masih tetap beroperasi melayani tamu yang datang dan selama ini diketahui menyediakan minuman bir serta hiburan musik, dengan kondisi lampu remang-remang. Padahal warga sudah melayakan surat keberatan secara tertulis kepihak Kecamatan Siantar, namun sampai saat ini tidak ada tanggapan,” imbuh warga.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Muhammad Agustiawan SIK ketika dikonfirmasi terkait penanganan dan status pengelola sekaligus pemilik Cafe One More mengatakan sampai saat ini penangananya masih di Polsek Bangun.

SJ (kanan) saat dijemput keluarganya dari Mapolsek Bangun, Senin (24/2/2020) sore. (ist/metro24jam.com)

“Status bagaimana, penangannya masih di Polsek belum ada di PPA. Kemudian saya kurang setuju adanya pernyataan ‘diamankan’,” katanya.

Agustiawan mengumpamakan temuan SJ seperti seorang pelajar bekerja paruh waktu di kota dan menerima upah.

“Jadi status apa? Bukan dipekerjakan, tetapi bekerja. Kalau dipekerjakan pasti ada unsur paksaan, ini dia kan datang ke kafe itu,” sebut Agustiawan lagi.

Namun, ketika disampaikan bahwa korban bekerja hingga larut malam di lokasi hiburan yang menyediakan minuman keras bir itu, Agustiwan meminta awak media ini menunggu. “Tunggu dulu lah, biar saya pastikan,” katanya.

Camat Siantar Daniel Silalahi ketika dikonfirmasi Metro24jam.com, Senin (24/2/2020) malam tidak bersedia memberikan tanggapan. Pesan WhatsApp yang dikirim terlihat dibaca namun tidak dibalas.

Sementara itu, pemilik Cafe One More ketika coba dikonfirmasi tidak berada di tempat. Menurut seseorang pria yang ditemui di sana, pemilik kafe sejak dijemput 3 petugas berpakaian sipil, hingga Senin (24/2/2020) malam belum terlihat lagi.

“Belum ada datang Bunda bang, nggak tau di mana,” katanya kepada Metro24jam.com, Senin (24/2/2020) malam. (age)

BACA JUGA: