Heboh Sidang Kasus Oknum Polisi Bawa 15 Kg Sabu di PN Tanjungbalai, Saksi Dituding Beri Keterangan Palsu

15-5-2019-Sidang-Sabu-Tanjungbalai.jpg

TANJUNGBALAI, metro24jam.com – Sidang lanjutan kasus penyelundupan 15 kilogram sabu oleh oknum polisi di Polres Tanjungbalai memasuki agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Tanjungbalai, Rabu (15/5/2019). Hakim memanggil saksi Yudi, seorang Apatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perkim Pemko Tanjungbalai, untuk memberikan keterangannya.

Namun, setelah beberapa saat memberikan keterangan, Ketua Majelis Hakim Yetty Magdalena SH MH menilai, apa yang telah disampaikan Yudi di persidangan, tidak sesuai dengan apa yang tertera dalam Berita Acara Pemeriksaan polisi.

Hal itu terungkap setelah Hakim Anggota Salomo Ginting membuka BAP kepolisian. Dalam persidangan, saksi Yudi yang mengaku sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perkim Pemko Tanjungbalai. Namun hal itu ternyata tidak sesuai dengan keterangannya dalam BAP polisi, di mana Yudi mengaku sebagai penjaga malam.

“Sebelum memberikan keterangan, saudara saksi telah diambil sumpah terlebih dahulu. Keterangan saudara di persidangan ini tidak sesuai dengan yang ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Keterangan yang berbelit ini dapat mempengaruhi persidangan. Apabila memberikan keterangan palsu diancam 7 tahun penjara,” tegas Hakim Vera Yetty.

Hakim Salomo Ginting mempertanyakan kembali keterangan Yudi dalam BAP polisi tersebut. “Bagaimana mungkin polisi tau pekerjaan saudara sebagai penjaga malam, kalau bukan dari keterangan saudara sendiri?” tanya Salomo Ginting.

Wakil Ketua PN Tanjungbalai itu juga sempat terlibat perdebatan dengan Yudi di persidangan. “Saudara tidak berhak untuk membantah apa yang saya sampaikan sebelum saya persilakan, itu merupakan kewenangan saya! Perubahan status saudara ini akan memunculkan pertanyaan,” tegasnya.

Tapi tak lama kemudian, setelah dipersilahkan memberikan keterangan, Yudi malah terkesan berkelit dan memberikan alasan yang tidak relevan.

Yudi mengatakan, bahwa statusnya disebut sebagai penjaga malam, dikarenakan dia sering berjaga malam hari di lokasi rental mobilnya itu. “Status saya di BAP sebagai penjaga malam karena saya sering berjaga malam di lokasi rental mobil milik saya itu,” kilah Yudi.

Yudi juga mengaku, bahwa setelah memenuhi panggilan untuk pemeriksaan sebagai saksi di kepolisian, dia tidak pernah menandatangi BAP.

“Saya pernah dipanggil dan menajalani pemeriksaan. Namun saya tidak pernah menandatangani BAP tersebut,” tegasnya.

Terkait hubungannya dalam kasus penyeludupan sabu asal Malaysia seberat 15 kilogram yang melibatkan oknum polisi Brigadir DP, yang bertugas di Polres Tanjungbalai itu, Yudi, mengatakan itu adalah hubungan mitra bisnis antara pemilik dan penyewa mobil.

“Mobil saya semuanya berjumlah 30 unit. Mobil Kijang Innova, BK 1565 TW, milik saya itu semula dirental oleh seorang warga Selat Lancang yang rumahnya di depan Masjid Jamiissabil bernama Robbil. Kerjanya sebagai Satpam Bank Mandiri Syariah. Dia itu sering merental mobil saya,” jelasnya.

Yudi kemudian mengatakan, mobil kijang Inova BK 1565 TW yang dirental oknum Satpam Bank Mandiri Syariah itu diketahuinya ditahan polisi lantaran membawa sabu seberat 15 kilogram pada Selasa (18/12/2018) malam.

“Mobil yang dirental selama 4 hari itu sebelumnya telah saya pasangi GPS. Saya ketahui ditahan polisi berdasarkan adanya pemberitaan di media online yang saya baca. Semenjak kejadian itu, si Robbil ini tidak pernah saya lihat lagi,” imbuhnya.

Usai mendengar keterangan saksi, Hakim Vera menutup persidangan dan mengatakan sidang akan dilanjutkan kembali pada Rabu (22/5/2019).

“Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dilanjutkan kembali pada hari Rabu depan,” tandas Ketua PNS Tanjungbalai itu sembari mengetuk palu.

Hadir dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi itu diantaranya terdakwa oknum polisi berinisial DP dan seorang supir mobil, Aswin. (Eko)