Heboh Razia Antisipasi Terorisme, Penghuni Kos dan Penginapan Hubar-habir, 2 Pasangan Terciduk

14-3-2019-Pasangan-mesum-terciduk2.jpg

TANJUNGBALAI, metro24jam.com – Sejumlah penghuni kos-kosan dan penginapan di beberapa kawasan di Kota Tanjungbalai sempat heboh ketika melihat kedatangan sepasukan polisi yang merazia tempat mereka, Rabu (13/3/2019) malam.

Saat itu, personel Polres Tanjungbalai melakukan penyisiran dalam rangka cipta kondisi antisipasi radikalisme dan terorisme. Polisi akhirnya mengamankan 2 pasangan diduga sedang melakukan mesum saat razia.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai, melalui Kasubbag Humas Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan dalam keterangannya kepada metro24jam.com, Kamis (14/3/2019) mengatakan, pelaksanaan razia dibagi dalam 3 regu, masing-masing dari Satintel, Satreskrim dan Sabhara Polres Tanjungbalai.

“Sasaran lokasi razia, di antaranya 2 penginapan, yaitu penginapan tanpa nama di Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar dan Penginapan P Jay di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dari hasil razia di dua lokasi penginapan tersebut, regu 1 yang dipimpin Kasat Intel berhasil membawa empat orang, masing-masing dua laki-laki dan dua perempuan dari penginapan tanpa nama di Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Pahang.

Pasangan lain yang terciduk di dalam kamar. (ist/metro24jam.com)

Dua pria yang diamankan adalah RM warga Kapias Batu VIII, HR warga Kapias Kelurahan Pahang. Sementara dua wanita pasangannya adalah BS–seorang wanita yang diketahui bekerja sebagai honorer, warga Kelurahan Pahang–dan ibu rumah tangga bernama LN, warga Kelurahan Sumber Sari, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai.

Polisi memeriksa penghuni wanita di salah satu penginapan. (ist/metro24jam.com)

“Hasil penggrebekan di rumah kos milik Aritonang dan Eka Sari, Jalan Alteri Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, hasilnya nihil. Begitu juga di Penginapan P Jay serta rumah kos di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sijambi, nihil,” pungkasnya. (Eko)