Heboh Protes Keras Banda Aceh 3 Kali Masuk Kategori Kota Tidak Toleran

5b369982-5d7b-4579-954a-63b6e58d5088_169.jpg

Aceh – LSM Setara Institute menempatkan Banda Aceh sebagai kota nomor dua paling tidak toleran di Indonesia. Ini bukan pertama kali ibu kota Provinsi Aceh memperoleh predikat tersebut. Lalu, apa indikator penilaiannya?

Dirangkum detikcom, Rabu (12/12/2018), Setara Institute mengeluarkan Indeks Kota Toleran (IKT) 2018 setelah menggelar survei. Hasilnya, Kota Singkawang di Kalimantan Barat jadi kota paling toleran. Setara menyusun peringkat kota paling toleran berdasarkan praktik-praktik toleransi di kota-kota di Indonesia. Ada 94 kota yang tingkat toleransinya diperiksa.

Dalam mengukur IKT 2018, seperti dikutip dari situs resminya, Setara Institute menggunakan kerangka Grim dan Finke yang dimodifikasi dengan variabel lain. Beberapa hal yang menjadi penilaian di antaranya yaitu:

A. Regulasi Pemerintah Kota dengan indikator pertama rencana pembangunan dalam bentuk RPJMD dan produk hukum pendukung lainnya, serta kebijakan diskriminatif.
B. Tindakan Pemerintah dengan indikator pernyataan pejabat kunci tentang peristiwa intoleransi dan tindakan nyata terkait peristiwa.
C. Regulasi Sosial dan indikatornya meliputi peristiwa intoleransi dan dinamika masyarakat sipil terkait peristiwa intoleransi.
D. Demografi Agama dengan indikatornya heteregonitas keagamaan penduduk, serta inklusi sosial keagamaan.

Dibandingkan dengan indikator tahun sebelumnya, pada 2018 terdapat penambahan pada variabel regulasi sosial berupa indikator dinamika masyarakat sipil, dan pada variabel demografi agama yaitu berupa inklusi sosial keagamaan.

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Setara merilis sepuluh kota dengan toleransi tertinggi dan terendah. Daftarnya yaitu:

Berikut ini indeks kota toleran 2018 versi Setara Institute:

1. Singkawang, 6.513
2. Kota Salatiga, 6.447
3. Pematang Siantar, 6.280
4. Kota Manado, 6.030
5. Ambon, 5.960
6. Kota Bekasi, 5.890
7. Kota Kupang, 5.857
8. Kota Tomohon, 5.833
9. Binjai Sumatera Utara, 5.830
10 Kota Surabaya, 5.823

Sementara itu, Jakarta ada di posisi ketiga dari urutan paling bawah. Jakarta ada di atas Banda Aceh dan Tanjung Balai.

Berikut ini 10 kota dengan skor toleransi terendah:
85. Sabang, 3.757
86. Medan, 3.710
87. Makassar, 3.637
88. Bogor, 3.533
89. Depok, 2.490
90. Padang, 3.450
91. Cilegon, 3.420
92. Jakarta, 2.880
93. Banda Aceh, 2.830
94. Tanjung Balai, 2.817

Munculnya hasil survei ini mendapat protes keras dari berbagai pihak. Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menyebutkan Pemeritah Kota Banda Aceh kerap menggelar pertemuan dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk mempererat kerukunan. Selama ini belum pernah ada konflik antar umat beragama yang terjadi Kota Banda Aceh.

“Ada sesuatu hal di Banda Aceh bukan karena umat beragama, tapi antar pribadi. Di Banda Aceh tidak pernah kita dengar terjadi (masalah antar umat beragama). Maka saya protes berat yang dilakukan survei itu, karena itu adalah merugikan Kota Banda Aceh,” kata Aminullah saat ditemui, Selasa (11/12).

Aminullah mempertanyakan indikator, dasar serta sampel yang digunakan Setara Institute untuk menggelar survei. Menurut Aminullah, kerukunan umat beragama di Banda Aceh sangat penting terutama dalam rangka menguatkan berbagai sektor pembangunan, pariwisata, membangun insfratruktur dan mendatangkan investor.

“Jadi jangan hasil penilaian yang tidak jelas itu bisa merugikan Kota Banda Aceh,” ungkap Aminullah.

Sementara, Fraksi PKS DPR Kota Banda Aceh memprotes survei tersebut dan mempertanyakan indikator penilaiannya. Irwansyah meminta Setara Institute tidak asal menuding tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya. Selain itu, dia juga mempertanyakan lokasi survei yang dilakukan Setara Institute.

“Yang menjadi pertanyaan kita, apakah mereka datang survei ke Banda Aceh? atau hanya dengar dari orang-orang, lalu membuat kesimpulan yang itu sangat bertentangan dengan fakta sebenarnya. Ini sebenarnya metode apa yang digunakan? atau jangan-jangan ini seperti ada rencana untuk mengkerdilkan pemberlakuan syariat Islam di Banda Aceh?” kata Irwansyah,dalam keterangan tertulis, Senin (10/12).

Survei yang dikeluarkan Setara dan menempatkan Banda Aceh sebagai kota tidak toleran bukan kali ini. Pada 2015 lalu, Setara menetapkan Banda Aceh sebagai kota nomor tiga paling tidak toleran. Peringkat pertama dan kedua waktu itu yaitu Kota Bogor dan Bekasi.

detikcom tidak menemukan data hasil survei IKT pada 2016. Sementara pada 2017, Setara merilis Banda Aceh sebagai kota nomor dua paling tidak toleran dengan skor 2,90. Peringkat pertama tidak toleran waktu itu yaitu DKI Jakarta dengan skor 2,30.

Menurut Wali Kota Aminullah, survei-survei yang dikeluarkan tersebut sangat merugikan Banda Aceh. Soalnya, kota berjuluk Kota Gemilang ini sangat toleransi sejak zaman dulu.

“Aceh ini nama saja sudah jelas. Aceh (akronim dari) Arab, China, Eropa dan Hindia. Dari nenek moyang sangat toleran di Kota Banda Aceh. Jangan sekarang, dari nenek moyang kita sangat toleran. Kalau tidak toleran, banyak yang bukan agama Islam di sini tidak akan bisa hidup,” kata Aminullah saat ditemui usai pelantikan kepala desa di Gampong Pineung, Banda Aceh, Aceh, Selasa (11/12/2018).
(agse/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>