Heboh Posting Hinaan Terhadap Nabi Muhammad dan Agama Islam, Oknum Pendamping Desa Bosar Maligas Dipolisikan

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Puluhan warga mendatangi kantor PNPM Mandiri Kabupaten Simalungun, Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Bandar, Kamis (21/5/2020) pagi.

Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Penistaan Agama Islam (AMPAI) Kabupaten Simalungun marah, karena salah satu oknum Pendamping Desa, Gernald Lundu Nainggolan, diduga telah menyampaikan ujaran kebencian serta penghinaan terhadap agama Islam.

Warga Nagori Bandar Pulo, Kecamatan Bandar, Simalungun itu melalui akun Facebook Gernald Nainggolan diduga telah melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan umat Islam.

Satu rekaman video yang diperoleh Metro24jam.com, memperlihatkan Camat Bandar Amon Carles Sitorus dan Kapolsek Perdaganan AKP Supendi SH serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat terlihat melaksanakan mediasi di Balai Harungguan Kantor Camat Bandar.

Perwakilan AMPAI dalam keterangan di tengah mediasi mengatakan, Gernald juga sebelumnya diduga coba melakukan memprovokasi kebencian saat kedatangan Ustadz Abdul Somad, juga melalui akun Facebooknya pada 24 Agustus 2019 pukul 23.30 Wib.

“Marsogot (Besok) si Somad alias si Tomat akan berceramah di Perdagangan. Boha menurut muna akka dongan sahuta (Bagaimana menurut kalian teman-teman sekampung). Ulang pola markutek-kutek di FB hita jago (Jangan hanya di FB kita jago berkoar-koar ,” katanya.

Menurut AMPAI, tindakan Gernald bukan lagi kekhilafan, tapi sudah menjadi kebiasaan yang berulang-ulang.

Dalam postingan terakhirnya, Gernald mengatakan: “Yang kalian banggakan di muhammad si tukang sodomi itu sampai istrinya banyak dan si tukang bunuh makanya sifat dan kelakuan si muhammad itu turun temurun sama kalian. Watak pemimpin agama kalian aja gak beres, apalagi anggotanya.”

Pada komentar lainnya, akun Gernal Nainggolan mengatakan, “Habib Bahar itu adalah ustad sampah tikus. Siapa yang ngebantah komen ku berarti dia adalah anak-anak tikus sampah.”

Sementara itu, Gernal sendiri mengatakan, bahwa tulisan-tulisan muncul karena akun Facebooknya dibajak orang lain.

Namun, massa yang hadir langsung mencibir pengakuan Gernal. “Memangnya siapa kali kau sampai akun mu dibajak orang,” celetuk seorang warga.

Aliansi Masyarakat Anti Penistaan Agama Islam (AMPAI) Kabupaten Simalungun kemudian menyerahkan laporan pengaduannya melalui Kapolsek Perdagangan yang selanjutnya berjanji meneruskan laporan itu ke Polres Simalungun untuk segera ditindaklanjuti.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut.

“Polres Simalungun langsung bertindak untuk melakukan mediasi terkait masalah tersebut dengan dihadiri Uspika dan Kepala KUA Kecamatan Bandar, anggota DPRD Simalungun serta tokoh pemuda dan Ormas Islam setempat,” katanya.

“Dalam mediasi tersebut telah diambil kesimpulan bahwa permasalahan penistaan agama Islam yang dilakukan Gernal Lundu Nainggolan akan tetap melalui jalur hukum,” katanya.

Selanjutnya, Gernal Lundu Nainggolan dibawa dan diamankan ke Polres Simalungun dan dilakukan pemeriksaan atas laporan dugaan penistaan agama yang telah dilakukan di media sosial.

“Kami berharap agar masyarakat lebih pintar lagi dalam menggunakan media sosial. Jangan jadikan media sosial sebagai boomerang bagi diri kita yang dapat merugikan kita dan merusak situasi Kamtibmas menjelang Idul Fitri 1441H,” pungkasnya. (tim)