Heboh Polres Samosir Diminta Netral Dalam Penegakan Hukum, Laporan Pengrusakan Mengendap 9 Bulan

20190416093609-lapora.jpg

Siantar, hetanews.com – Bintan Marbun  (53), seorang guru swasta yang juga sebagai petani, di Desa Sigaol Marbun, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, menyesalkan lambannya kinerja Polres Samosir atas laporannya terkait pengrusakan sejumlah tanaman, berikut gubuk di ladangnya.       

Demikian diungkapkan Try Oktavianus Hutagalung SH, selaku kuasa hukumnya kepada wartawan, Selasa (16/4/2019), di PN Simalungun. Diduga  pihak Polres Samosir telah bertindak diskriminasi atas warga yang meminta perlindungan hukum, jelas Hutagalung.

Hal itu dibuktikan dengan lambannya penanganan laporan kliennya, Bintan Marbun, yang mengadu Senin, 20 Agustus 2018 silam, atau sudah hampir 9 bulan, ungkapnya.        

“Kita menduga Polres Samosir melakukan diskriminasi penanganan hukum. Terbukti, klien kami mengadu Agustus, namun tidak ditangani. Sementara disaat terlapor membuat laporan ke Polres Samosir, di bulan 10 Tahun 2018, dalam sekejap Polres Samosir langsung bekerja hingga  klien kami yang pada saat laporan tersebut menjadi terlapor harus menjalani hukuman vonis pidana, karena kasus yang sama dan di lokasi areal yang sama,”ungkap Oktavianus.         

Lebih lanjut, dikatakan Oktavianus, Bintan Marbun melaporkan pengrusakan yang diduga dilakukan Enton Simbolon dan rekan-rekannya, yang terjadi pada Minggu (19/8/2018), sekira Pukul 09.00 WIB, di perladangan, di Desa Sigaol Marbun, Kecamatan Palipi.

Sejumlah tanaman di areal lahan yang diusahai Bintan Marbun, dirusak terlapor, dengan menggunakan alat berat yang disuruh oleh Enton Simbolon CS.           

“Laporan Klien saya, sesuai dengan LP/126/VII/2018/SMR/SPKT itu hingga kini tidak jelas penanganannya. Namun kenapa saat pelapor melakukan hal yang sama, dan terlapor melapornya, langsung ditangani Polisi,” katanya.           

Pengrusakan dilakukan terlapor menggunakan alat berat. "Kami menelaah ada keganjalan terhadap lamanya proses penanganan laporan polisi yang klien kami masukkan. Para saksi sudah diminta keterangannya, bahkan bukti pengerusakan sudah benar-benar terjadi di areal tersebut. Lalu pertanyaan saya "Apakah dua alat bukti belum cukup dalam penanganan perkara pidana ini? Apakah KUHAP sudah berganti?". Kami berharap pihak Polres Samosir netral dalam melaksanakan Penegakan hukum kepada seluruh masyarakat Kabupaten Samosir, “tegasnya.