Heboh Polda Sumut Rebus 85 Kg Sabu dan 10.775 Butir Ekstasi, Angka Kejahatan Turun 10 Persen di 2019

MEDAN, metro24jam.com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara dan Satres Narkoba Polrestabes Medan memusnahkan sejumlah barang bukti hasil tangkapan tahun 2019 di Lapangan Benteng Medan, Selasa (31/12/2019) kemarin.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menyebutkan, sebanyak 33 tersangka (32 laki-laki dan 1 perempuan) narkoba berhasil diamankan dalam pengungkapan itu.

“Barang bukti narkoba jenis sabu yang musnahkan yakni seberat 85 kg. Di mana, 4 hasil tangkapan Ditres Narkoba Polda Sumut dan 36 kg hasil tangkapan Satres Narkoba Polrestabes Medan,” sebut Martuani.

Dari jumlah 33 tersangka tersebut, satu orang meninggal dunia setelah mendapat tindakan tegas terukur (ditembak) petugas, karena melakukan perlawanan saat pengembangan.

Martuani menambahkan, selain sabu-sabu, jajaran Polda Sumatera Utara juga berhasil menyita sebanyak 10.775 butir pil ekstasi dan 750 gram dalam bentuk serbuk.

“Pengungkapan ini merupakan ancaman terbesar untuk generasi yang akan datang. Oleh karena itu, saya mengajak semua elemen termasuk wartawan untuk saling menjaga generasi penerus dari ancaman narkotika,” ucap Martuani.

Ia juga mengimbau semua elemen bersama-sama memerangi narkoba. Martuani memastikan polisi, TNI, BNN, dan instansi lainnya akan terus bekerja sama memberantas peredaran narkoba di Sumut.

“Saya berkomitmen untuk tindak tegas, tepat dan terukur bagi seluruh pengedar narkoba di Sumut. Mari kita mencegah bersama-sama untuk generasi kita di masa mendatang,” ujarnya.

Pemusnahan barang bukti dilakukan setelah terlebih dahulu diteliti kebenarannya oleh staf Labfor Cabang Medan.

Selanjutnya untuk barang bukti berupa sabu, pil ekstasi dimasukkan ke dalam air panas yang sudah mendidih lalu diaduk sebelum dibuang ke lobang tanah yang sudah dipersiapkan.

Para tersangka, masing-masing dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun,” tegas mantan Asisten Operasi (Asops) Kapolri itu.

Angka Kejahatan Turun 10 Persen

Pada kesempatan itu, Martuani juga menjelaskan, jumlah kasus kejahatan yang dilaporkan terjadi di Sumatera Utara sepanjang tahun 2019, ada sebanyak 33.753 perkara.

“Jumlah itu menurun hampir 10 persen jika dibandingkan jumlah laporan tahun lalu, yang mencapai 37.374 perkara,” katanya.

Seorang tersangka pengedar narkoba wanita saat diinterogasi Kapolda Sumut. (Rom/metro24jam.com)

Penurunan jumlah laporan perkara kejahatan itu, terjadi di tengah peningkatan persentase perkara yang berhasil diselesaikan penyidik Polda Sumut.

“Tahun ini kita bisa menyelesaikan, 24.578 perkara. Secara jumlah kasus memang ini menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 26.017 perkara. Tapi secara persentase, tahun ini kita bisa menyelesaikan 73 persen perkara yang masuk, sementara tahun lalu Cuma 70 persen,” imbuhnya.

Penurunan jumlah laporan kasus kejahatan di Sumatera Utara pada tahun 2019 ini, didorong oleh penurunan jumlah laporan kasus kejahatan konvensional, yang turun lebih dari 11 persen hingga 3000 perkara.

“Tahun lalu kejahatan konvensional mencapai 30.909 perkara. Sementara tahun ini hanya 27.464 perkara. Sedangkan untuk kasus kejahatan transnasional, turun 178 perkara menjadi 6.233 laporan. Sementara kasus kejahatan kekayaan negara justru naik 2 laporan menjadi 56 perkara,”paparnya.

Untuk penyelesaian kasus kejahatan konvensional, lanjut Martuani, tahun 2019 ini mereka berhasil menyelesaikan sebanyak 18.839 perkara, kasus kejahatan transnasional sebanyak 5.704 perkara dan kasus kejahatan kekayaan negara sebanyak 44 perkara.

“Tahun depan kita akan fokus pada kejahatan narkoba dan juga kejahatan jalanan. Kedua kejahatan itu sudah sangat meresahkan dan mengancam keberlangsungan generasi muda kita,” pungkasnya.

Hadir pada acara tersebut, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah, Pangkoseknudnas III Marsma TNI Djohn Amarul, Danlantamal I Belawan Laksma TNI Abdul Rasyid, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Danlanud Soewondo Medan Kolonel Pnb Meka Yudanto, dan Kadishub Provinsi Sumut. (Rom/Lana)