Heboh PNS Pemko Siantar Penganiaya Istri ke Saksi: “Keluarga dia juga sering ribut-ribut”

Siantar, hetanews.com – Sebanyak 3 saksi dihadirkan dalam kasus penganiayaan terdakwa oknum PNS Pemko Siantar berinisial HPS (39) terhadap HAS (35), isterinya. Penganiayaan ini dipicu ajakan intim ditolak korban.

Adapun ketiga saksi yang dihadirkan JPU Ana Lusiana diantaranya; Julian Panggabean (tetangga) Clara Tambunan (ipar), dan abang kandung korban, Manaek Sitinjak, dalam sidang yang dipimpin Hakim Simon CP Sitorus dibantu dua rekannya M Iqbal dan Rahmat.

Saksi Julian dalam keterangannya berujar pemukulan diketahui setelah melihat korban keluar dari rumahnya di Jalan Binjai, Kel Kristen, Kec Siantar Selatan. Saksi merupakan tetangga korban.

"Awalnya pagi itu saya dengar ribut. Rumah saya sebelahnya (korban). Korban keluar setelah ribut dan bilang ke saya kalau dia dipukul," kata saksi di Ruang Cakra PN Siantar, Selasa, 3 September 2019.

Julian membeberkan tak mengetahui apa permasalahan terdakwa dengan korban sehingga berujung pemukulan. Namun dia mengaku sempat melihat memar dibagian dahi korban.

"Ada memar disini (dahi). Gak tau dipukul karena apa, gak ada tanya ke korban," katanya.

Menurut Julian, bertetangga dengan Pasutri itu sekitar dua tahun lamanya. Saksi juga membeberkan kalau penganiayaan tersebut bukan kali ini saja.

"Selama ini saya tau keluarga ini harmonis aja. Tapi memang sebelum kejadian penganiayaan (7 Mei 2019) pernah juga saya dengar istrinya dipukul," katanya.

Terdakwa HPS merespon saksi Julian tak menampik keterangan yang disampaikan. Hanya saja dia semacam kesal terhadap saksi dan bilang kalau keluarga saksi juga sering bertengkar di rumah.

"Keluarga dia juga sering ribut-ribut," kata HPS.

Saksi Clara Tambunan dan Manaek Sitinjak mengatakan, kalau penganiayaan itu mereka ketahui setelah dihubungi korban, pagi itu juga. Keduanya tinggal di Kota Medan. Mereka juga membeberkan penganiayaan terhadap korban bukan kali ini saja, melainkan pernah terjadi di tahun sebelumnya.

Selain itu keduanya tak pernah tau kalau terdakwa mengajak keluarganya untuk bertemu dengan korban maupun keluarga untuk membahas penganiayaan tersebut.

Saksi Manaek menuturkan, terdakwa pernah menghubunginya menanyakan kasus tersebut setelah kasus dilaporkan ke polisi. "Dan saya bilang kalau memang tak bisa lagi kalian selesaikan, maka selesaikan kalian lah di pengadilan," kata Manaek.

Terdakwa usai mendengarkan keterangan para saksi mengatakan pernah menjumpai korban. Tujuannya untuk berdamai, namun ditolak korban. Dia juga mengaku pernah membawa keluarga untuk bertemu dengan keluarga korban.

Penganiayaan terhadap korban dipicu penolakan ajakan hubungan intim oleh HPS. Korban dipukul bagian dahi setelah menolak hubungan intim di kediaman mereka di Jalan Binjai, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan pada (7/8).

Pukulan oleh sang suami yang diketahui berdinas di Kominfo Siantar mengakibatkan memar di dahi korban.