Heboh Pita Cukai Tak Sesuai dengan Produk, 153 Karton Rokok Merk Do Mild Disita di Aceh Selatan

10-2-2019-Rokok-Do-Mild-disita.jpg

ACEH SELATAN, metro24jam.com – Tim gabungan TNI dan Polri mengamankan 153 karton rokok merk Do Mild yang diduga ilegal di pelabuhan penyeberangan Teluk Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (9/2/2019) sekira pukul 20.00 Wib.

Kodim 0107/Aceh Selatan dan Polres Aceh Selatan bersama Bea dan Cukai melakukan konferensi pers terkait penangkapan tersebut, di Mapolsek Labuhan Haji, Minggu (10/2/2019) sekira pukul 21.00 Wib.

Konferensi pers dihadiri Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Sulistya Herlambang HB, Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono ST, Kabsubsi Penindakan dan Sarana Operasi Bea dan Cukai Meulaboh Hermansyah.

Pada kesempatan itu, Kabsubsi Penindakan dan Sarana Operasi Bea dan Cukai Meulaboh Hermansyah mengatakan bahwa berdasarkan hasil pengecekan bahwa rokok Do Mild yang dibuat oleh PT Pusaka Dewa di Jepara bukanlah merk illegal, karena memiliki banderol.

Selain itu, banderol cukai dari rokok Do Mild tersebut juga asli dalam artian tidak ilegal.

“Hanya saja, rokok Do Mild yang diamankan tersebut melanggar hukum admistrasi, di mana tertulis di banderol tersebut dengan harga Rp5.600 per 12 batang, sementara isi 1 bungkus rokok yang diamankan ada 20 batang. Sehingga ada 8 batang rokok yang tidak dibayarkan cukainya oleh perusahaan,” katanya Hermansyah.

Lanjut dijelaskan Hermansyah, banderol bungkus rokok Do Mild tersebut juga tertera tulisan Sigaret Kretek buatan Tangan (SKT). Namun pada kenyataanya rokok yang ditemukan adalah Sigaret Kretek buatan Mesin (SKM).

“Sehingga pemilik perusahaan juga menyalahi aturan di mana pembayaran pajak cukai tidak sesuai dengan jenis rokok yang diproduksi,” imbuhnya.

Dari hasil pengecekan tersebut juga ditetapkan bahwa rokok tersebut hanya melanggar hukum administrasi atau perdata sehingga hanya barang bukti yang bisa ditahan, sementara untuk oknum yang membawa tidak bisa dilakukan penahanan.

“Rokok Do Mild yang melanggar hukum admistrasi atau perdata akan dibawa ke kantor Bea Dan Cukai Meulaboh untuk ditindaklanjuti, di mana kami selaku Bea dan Cukai akan meminta kerugian Negara dari Perusahaan yang membuat rokok Do Mild tersebut,” kata Hermansyah.

Adapun kerugian negara dari 153 karton dengan total 2.448.000 batang rokok diperkirakan mencapai Rp660.960.000.

Selanjutnya, pada pukul 22.30 Wib, 153 karton rokok Do Mild tersebut diserahkan oleh pihak Polres Aceh Selatan, diwakili Kapolsek Labuhan Haji kepada anggota Bea dan Cukai untuk di bawa ke Meulaboh.

Turut hadir pada konferensi pers tersebut, Danpos AL Aceh Selatan, Peltu Laut Heriant, Pasi Intel Kodim 0107/Aceh Selatan Kapten Arm Tajuddin, Petugas Penindakan dan Sarana Operasi Bea dan Cukai Meulaboh, Andri Yusman, Charli Panjaitan, Gunawan Syaputra, Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan Iptu Irwansyah, Danramil Labuhan Haji Letda Inf Syamsulyadi, Kapolsek Labuhan Haji Iptu Harun. (rian)