Heboh Perkosa Pengasuh Anaknya, Pria 44 Tahun Ini Ditangkap Tekab Polsek Sunggal

MEDAN, metro24jam.com – Bertugas menjadi pengasuh anak, seorang gadis remaja malah diperkosa majikannya. Bunga–sebut saja begitu nama sang gadis–mengadukan perbuatan sang majikan ke Polsek Sunggal.

Setelah melakukan penyelidikan terhadap pengaduan Bunga, Tekab Unit Reskrim Polsek Sunggal akhirnya meringkus sang majikan, S Sianturi (48), Jum’at (30/4/2021) kemarin.

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi dalam keterangannya melalui Kasi Humas Aiptu Roni B Sembiring, mengatakan, kejadian itu berawal ketika Bunga mulai bekerja sebagai pengasuh bayi di kediaman Sianturi di Jalan Bunga Sedap Malam, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang.

Gadis 14 itu terpaksa bekerja sebagai pengasuh anak untuk membantu perekonomian keluarganya. Namun ternyata, sang majikan ternyata tak bisa menahan birahi ketika melihat kemolekan tubuh remaja itu.

“Kejadiannya bulan Februari 2021 sekira pukul 9 pagi. Korban saat itu sedang memberikan susu formula kepada anak tersangka. Selanjutnya tersangka mendekati korban kemudian melakukan pencabulan terhadap korban karena situasi saat itu sedang sepi,” kata Roni, Senin (3/5/2021).

Usai peristiwa itu terjadi, sikap Bunga pun mulai berubah. Ibunya, SM (35) merasa curiga lalu menanyai putrinya itu,

Semula, Bunga enggan bersuara. Namun setelah didesak, gadis itu akhirnya mengungkapkan hal yang telah dialaminya.

Mendengar pengakuan putrinya itu, SM pun kaget bukan kepalang dan langsung membawa Bunga untuk membuat pengaduan ke Polsek Sunggal.

“Setelah kita berhasil mengumpulkan dan mendapatkan alat bukti, akhirnya tersangka berhasil kita amankan, Jumat (30/4/2021) di rumahnya tanpa perlawanan,” lanjut Roni.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, S Sianturi saat ini ditahan di sel tahanan Polsek Sunggal.

“Tersangka kita tahan di RTP Polsek Sunggal dan kita persangkakan melanggar pasal 81 ayat (2) subs pasal 82 ayat(1) Jo Pasal 76 E UU RI No. 35 Th. 2014 tentang perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara”, pungkas Roni. (*)