Heboh Peras 10 Kades di Asahan, Oknum Pengacara Asal Binjai dan 2 Pria Asal Batubara Ditangkap

ASAHAN, metro24jam.com – Seorang oknum pengacara serta dua pria yang memiliki kartu pers ditangkap personel Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Asahan, Sabtu (1/5/2021) siang kemarin.

Oknum pengacara tersebut adalah, JI (48), warga Jalan Belibis Lingkungan II, Kelurahan Rambung Dalam, Binjai Selatan, Kota Binjai.

Sedangkan 2 temannya yaitu GB (45) dan BOI (41)–masing-masing warga Dusun VI Harapan Jaya Desa, Bangun Sari, Kecamatan Datuk Tanah Datar dan Dusun IV, Desa Benteng Jaya, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara.

Informasi dihimpun, ketiganya ditangkap di Kantor Kepala Desa Bunut Bunut Seberang, Jalan Keramik Dusun III, Desa Bunut Seberang, Kecamatan Pulau Bandring, Asahan.

Ketiganya ditangkap setelah polisi menerima laporan Kepala Desa Suka Dame Barat, Kecamatan Pulau Bandring, Misgianto (48).

Peristiwa itu diawali ketika ketiga tersangka memasukkan surat somasi atau teguran tentang penyalahgunaan Anggaran Dana Desa tahun 2020 pada April 2021 lalu.

Kemudian, salah seorang pelaku menghubungi Kepala Desa Bunut Seberang meminta untuk melakukan pertemuan dengan 10 kepala desa lainnya di Kecamatan Pulau Bandring.

“Kemudian ketiga pelaku menakut-nakuti akan melanjutkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian dan kejaksaan dan kepala desa meminta untuk tidak dilanjutkan,” kata Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Rahmadani, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/5/2021).

Setelah itu, ketiga pelaku meminta uang Rp10.000.000 dari 10 kepala desa. Selanjutnya, terjadi kesepakatan antara 10 Kades tersebut dengan memberikan uang Rp3.000.000 sebagai uang panjar di Kantor Kepala Desa Bunut Seberang, Sabtu (1/5/2021).

Saat itulah personel Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Asahan masuk dan meringkus ketiganya

Dari penangkapan tersebut polisi menyita amplop berisi uang tunai Rp3.000.000, 3 lembar kartu pers, 2 lembar kartu organisasi Peradi atas nama Julfan Iskandar SH, selembar kartu Gerakan Pemuda Demokrat Indonesia, selembar surat tugas liputan dan dan pulpen.

Kemudian, buku Tindak Pidana Korupsi dan Suap, 10 eksemplar dokumen Sistem Informasi Desa dan Peraturan Pemerintah (PP) RI Tahun 2015; masing-masing 1 eksemplar fotocopy UU RI No 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, PP RI No 43 tahun 2014, PP No 11 tahun 2019, Perbub Asahan No 11 tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Dana Desa Tahun Anggaran 2019, Permendagri No 13 tahun 2006 dan Permendagri No 21 tahun 2011.

Sementara dari BOI dan GB masing-masing disita 2 lembar dan 5 kartu pers atas nama beberapa media. Polisi juga mengamankan 1 unit mobil Toyota Avanza warna silver metallic, BK 1592 AAD, ponsel merk Oppo Unit, merk Samsung dan 10 lembar tanda bukti menerima surat Jurnal Polisi News.

Saat ini, ketiganya sudah ditahan di Mapolres Asahan untuk penyidikan lebih lanjut. (*)