Heboh Pengakuan Perawat soal Kapten Leo Sianturi yang Minta Tolong ke Jokowi

439a822a-4276-499d-911e-f03423f2c053_169.png

Jakarta – Sosok Danramil 10 Balimbingan, Kodim 02/07 Simalungun, mencuat setelah videonya viral di media sosial. Dalam video yang viral itu, Kapten Leo marah-marah karena merasa tidak dilayani dengan baik selama dirawat di .

Namun, penjelasan berbeda justru disampaikan perawat RS TNI Pematangsiantar. Perawat itu bercerita awal mula Kapten Leo marah-marah.

Berawal dari pergantian shift perawat malam ke perawat pagi pada 25 Januari kemarin. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), setelah pergantian shift, perawat pagi harus mengecek kondisi pasien.

“Kalau kami mau tukaran shift antara malam ke pagi selalu kami serah terima. Lalu saya tiba di ruangan Pak Leo Sianturi. Lalu saya menanyakan apakah Pak Leo sudah makan?” ujar perawat itu dalam video yang diunggah di situs RS TNI Pematangsiantar, Sabtu (26/1/2019).

Perawat itu juga sempat bertanya soal anak dan istri ke Kapten Leo. Dia bertanya mengapa tidak ada keluarga yang menemani.

“Dan saya memang menanyakan siapakah yang menunggu bapak? Kenapa tidak ada yang menunggu? Dan saya tanya juga, ibu ke mana? Dan dijawab sama Pak Sianturi, ‘memang saya sudah cerai dengan istri saya’. Saya tanya kemudian, ‘anak bapak ada berapa?’ ‘Dua dijawab Kapten Leo), kalau nggak anak bapak lah suruh menunggu, anak saya jauh-jauh, satu di bandung, satu lagi sedang pendidikan. oh tentara juga ya pak, ya,” paparnya.

Menurut perawat itu, Kapten Leo tidak suka ditanya-tanya tentang keluarga. Kapten Leo lalu keluar dari kamar perawatan.

“Kemudian beliau nggak terima ucapan saya itu tadi. Berhubung dengan saya menyinggung perasaan hati bapak itu, merasa tersinggung karena saya menanya tentang keluarganya. Kemudian bapak itu turun dari tempat tidurnya menggunakan tongkat. Kemudian bapak itu keluar. Walaupun itu kami tahan juga bapak itu tidak mau, tetap bapak itu langsung keluar,” jelasnya.

Perawat tersebut secara pribadi meminta maaf kepada Kapten Leo. Dia menegaskan tidak bicara bahwa pasien tidak boleh dirawat jika tidak ditemani pihak keluarga.

“Kami dan juga saya pribadi minta maaf. Bapak itu tidak mau dan bapak itu langsung bangun dari tempat tidurnya, langsung keluar. Tidak ada mengucapkan bahwasanya pasien yang tidak ditemani dengan keluarga tidak boleh dirawat. Saya tidak ada ngomong itu,” ucapnya.

Video Kapten Leo marah-marah viral di media sosial. Dalam video tersebut Kapten Leo meminta pertolongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena merasa tidak mendapatkan pelayanan yang baik selama dirawat di RS TNI Pematangsiantar.

“Pak Presiden, tolong Pak Presiden. Saya tentara yang dari masyarakat akan kembali ke masyarakat. Sakit hati saya. Saya sakit tidak ada di opname, diopname tidak layani. Saya kecewa dengan RS tentara, pelayanan tidak bisa,” kata Kapten Leo.

(zak/imk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>