Heboh Pencurian Getah di Serbelawan dan Tapian Dolok Meningkat, Disinyalir Seiring Maraknya Judi Togel

14-4-2019-Pencurian-getah.jpg

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Memasuki pertengahan April 2019, aksi pencurian getah beku di kebun milik swasta maupun BUMN semakin sering terjadi di kawasan Serbalawan dan Tapian Dolok. Tak hanya itu, sejumlah kebun karet milik petani juga tak luput jadi sasaran.

Aksi tersebut disinyalir sangat berkaitan erat dengan semakin semaraknya perjudian toto gelap (Togel) dan narkoba. Judi tebak angka dan narkoba membuat sebagian pecandu yang tak punya modal khusus akhirnya menempuh jalan mencuri.

“Padahal karet beku milik petani jauh lebih sedikit jika dibandingkan hasil yang dipanen kebun milik swasta dan BUMN. Itu pun jadi sasaran pencurian juga,” kata seorang petani karet yang ditemui di seputaran Kampung Naga Dolok, Sabtu (13/4/2019) siang.

Dia mengesalkan, karena selama ini petani sangat-sangat mengharapkan hasil panen getah tersebut untuk membiayai hidup keluarga sehari-hari serta sekolah anak-anak. “Gitu pun masih saja jadi sasaran pencurian,” ketusnya.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan, aksi pencurian getah beku itu disebut-sebut dilakukan komplotan RJ cs. Sejumlah kebun karet milik swasta maupun milik BUMN menjadi sasaran aksi mereka.

“Sejak leluasanya peredaran togel yang dikoordinir oleh bandar berinsial PTR di seputarn Tapian Dolok dan Serbelawan, aksi pencurian getah karet di perkebunan swasta dan BUMN makin marak,” katanya.

Hal senada diungkapkan seorang petani karet lainnya yang ditemui di seputaran Kantor Imigrasi Pematangsiantar, Sabtu (13/4/2019). Dia mengaku akhirnya tak mendapat apa-apa dari kebun miliknya, lantaran getah beku dicuri oleh komplotan maling itu.

Para kawanan maling mencuri getah sadapan petani yang biasanya dibiarkan selama dua hari hingga membeku di dalam penampungan di batang karet.

“Selama ini, biasanya petani karet membiarkan hasil sadapannya sampai membeku di mangkok penadah. Setelah getah terkumpul dan mendekati waktu menimbang, barulah petani akan mengambil getah beku di kebunnya. Tapi, pas mau diambil ternyata sudah tak ada lagi,” katanya.

Hal itu diamini seorang kepala dusun di Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun. Dia membenarkan ada sejumlah nama besar mafia getah (Magot–mafia gotah), di wilayah hukum Polsek Serbalawan.

Menurut Kadus tersebut, salah satu bos Magot yang sangat berinisial RJ, yang beralamat di kawasan Kecamatan Tapian Dolok

“Kalau dia namanya sudah tidak asing lah bang, namanya sudah dikenal sampai kemana-mana,” katanya.

Menurut sang Kadus, profesi RJ juga diduga sudah diketahui beberapa aparat yang sangat mungkin membekinginya.

Dia juga menjelaskan, aksi pencurian getah milik kebun swasta dan kebun milik BUMN, sudah cukup lama berlangsung dan tidak dipermasalahkan warga. Namun, sekarang aksi itu sudah merambat ke kebun-kebun petani.

“Memang sudah cukup meresahkan, karena jadi sasaran juga, bahkan hampir tiap malam ada saja petani yang kecurian getah di kebun,” katanya.

Dia juga berharap, RJ cs tidak mencuri dan menjadikan kebun para petani sebagai sasaran tambahan.

Lebih lanjut dikatakannya, bahkan ada seorang remaja yang merupakan anak buah RJ sudah terkena peluru aparat dan saat ini harus berobat ke Kota Medan.

“Itu sudah lama sekali memang, dan pemilik kebun swasta itu sudah mendatangi kediaman korban,” katanya.

Komplotan RJ, kata Kadus, juga diduga merekrut remaja lelaki untuk melakukan pencurian getah. Dan aksi pencurian kerap terjadi setiap kali ada acara hajatan di kampung.

“Warga kampung yang mengalami kerugian akibat pencuri getah sudah melaporkan kepenegak hukum, tapi aksi pencurian itu saya dengar semakin marak dan terang-terangan,” pungkasnya.

Kapolsek Serbalawan AKP Leston Siregar ketika dikonfirmasi terkait peredaran Tohel dan aksi pencurian getah karet di wilayah hukumnya, mengaku akan melakukan penangkapan terhadap para pelaku.

“Ini ada kasus pencurian getah dan Togel, kalau ada [yang lain] pasti kita tangkap,” katanya.

Dijelaskan Siregar, terduga pencuri getah diserahkan sekuriti kebun. “Konfirmasi aja ke pihak Bridgestone. Tahanan pelaku pencurian getah ada ini diserahkan sekuriti kebun,” ucapnya via telepon seluler, Sabtu (13/4/2019) malam. (age)