Heboh Pembunuh Fitri Yanti Dipaparkan, Ini Motifnya! Keluarga Korban Histeris di Polrestabes Medan

MEDAN, metro24jam.com – Fery Pasaribu (56), tersangka pelaku pembunuhan istrinya Fitri Yanti (44) dipaparkan di Mapolrestabes Medan, Kamis (24/9/2020) sore setelah dijemput dari Mapolsek Tapung Polres Kampar, Kecamatan Tapung, Senin (21/9/2020).

Pria itu sempat hampir sebulan menghilang setelah membuang jenazah Fitri Yanti di Jalan Mahoni Pasar 2, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Minggu (30/8/2020) dinihari lalu.

Jenazah ibu 3 anak yang dihabisi dengan cara digorok itu ditemukan warga pada Minggu pagi, sekira pukul 9.00 Wib.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko saat memaparkan pengungkapan kasus tersebut mengatakan, Fery mengaku tega menghabisi wanita yang dinikahi sekitar 3 tahun lalu itu gara-gara sakit hati dan cemburu.

“Menurut pengakuan tersangka, korban kerap memarahinya dan tersangka sakit hati dan cemburu,” sebut Kombes Riko didampingi Kasat Reskrim Kompol Martuasah H Tobing serta Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Ricky Pripurna Atmaja.

Polisi, menurut Riko, dengan cepat berhasil mengidentifikasi terduga pelaku pembunuhan tersebut, tak lama setelah jenazah Fitri Yanti ditemukan.

Namun, Fery Pasaribu ternyata sudah lebih dulu kabur Tebing Tinggi sebelum melanjutkan pelariannya ke Provinsi Riau.

“Pelaku sempat kabur ke Kota Tebing Tinggi lalu seminggu berada di Riau. Saat di Provinsi Riau, pelaku bertemu dengan rekan kerjanya, disitu kita berhasil meringkusnya,” ungkap Kombes Riko.

Kejadian berawal ketika Fery–yang memang telah berencana membunuh Fitri Yanti–mengajak istri sirinya itu keluar untuk makan malam, Sabtu (29/8/2020) sekira pukul 19.00 Wib.

Setelah mendapat telepon dari suaminya, Fitri kemudian bergegas keluar dari rumah orangtuanya di Jalan Bromo, Gang Bahagia, Kecamatan Medan Area, mengendarai Honda Beat warna putih biru, BK 6841 ACB. Keduanya kemudian bertemu di Jalan Halat.

“Nah, pada waktu keduanya berboncengan, korban melihat ada yang menonjol di balik pakaian tersangka. Ketika ditanya oleh korban, tersangka mengaku bahwa itu adalah pisau,” beber Riko.

Saat itu Fitri Yanti mengatakan, ‘Bunuh saja aku, biar gak kau nafkahi lagi aku!’ Seketika itu juga Fery langsung berhenti dan menggorok leher istrinya tersebut.

Usai menghabisi Fitri Yanti, Fery kemudian membawa jasad istri sirinya yang berlumuran darah ke arah Tembung. Tepat di Jalan Mahoni, Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, ia kemudian membuang jenazah Fitri Yanti ke semak-semak parit.

“Tersangka dijerat Pasal 338 Jo 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana. Ancamannya hukuman mati,” tandas Kombes Riko.

Keluarga Fitri Yanti saat menyaksikan pengungkapan kasus tersebut. (ist/metro24jam.com)

Sementara itu. sebelum pemaparan pengungkapan kasus itu, suasana emosional sempat terjadi di halaman Mapolrestabes Medan, saat Fery Pasaribu diboyong polisi keluar.

Keluarga Fitri Yanti yang melihat langsung histeris dan memaki-maki pria itu bahkan sempat memukulinya.

“Binatangnya itu! Kalau bisa dihukum mati aja dia!” Ketus Farhan, putra kedua Fitri Yanti.

Sedangkan putri sulung Fitri, Rani Handayani (23) mengatakan, Fery memang sudah beberapa kali mengancam hendak membunuh ibu dan adiknya.

“Kalau dia sering kali mengancam akan menggorok leher ibu dan adik aku tiap kali bertengkar. Cemburuan kali dia, kalau lihat ibu sama temannya. Dia ini sudah 3 kali nikah. Pas mau nikah sama ibu, kami semua tak setuju, banyak kali bohong dan janji palsunya, ibu sebelum nikah sama dia, dijanjikan dikasih ruko,” beber Rani. (*/asp)