Heboh Pemberi Dan Penerima Uang Di Pilkada Dipenjara 6 Tahun

Siantar, – Oknum yang memberi dan yang menerima uang untuk memenangkan salah satu Paslon di pilkada serentak 2020, dapat dipidana penjara paling lama 72 bulan (6 tahun) dan denda paling banyak 1 miliar.

Ketua Bawaslu Pematangsiantar, Nanang Wahyudi Harahap mengatakan, hal itu diatur dalam UU No 10 Tahun 2016  pasal 187 A ayat 1 tentang Pilkada.

Dijelaskan Nanang, dalam pasal tersebut menyebutkan setiap orang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan dipidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp 1 M.

"Pada ayat 2 pidana yang sama diterapkan kepada pemilih yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud pada ayat 1," jelas Nanang Wahyudi Harahap saat ditemui di kantornya, Sabtu (5/12/2020).

Ia menambahkan yang dipidana bukan hanya si pemberi, si penerima juga dapat dipidana.

Nanang pun meminta di masa tenang pilkada serentak 2020 agar warga Siantar menolak berbagai macam money politics.

Baca juga: