Heboh Pembangunan Balai Pertemuan Desa Sumbul Dipertanyakan, Oknum Kadus Halangi Wartawan Meliput

DELISERDANG, metro24jam.com – Alokasi Dana Desa Sumbul, Kecamatan STM Hilir Deliserdang, menjadi tanda tanya besar bagi warga di sana. Hal itu diungkapkan Ketua Pemuda Merga Silima (PMS) Ranting Desa Sumbul, Albertus Kemit (38), warga Dusun 1 Namo Puli, Desa Sumbul.

“Belum pernah dibicarakan sama kami (masyarakat). RAB-nya, besteknya pun nggak tau kami berapa anggarannya itu!” ungkap Albertus ketika mendatangi kantor Kepala Desa Sumbul, Senin (17/6/2019).

Kedatangan Albertus bersama beberapa anggota PMS Ranting Desa Sumbul ke kantor desa untuk bertemu Kades dan mempertanyakan anggaran pembangunan balai pertemuan itu,

Pantauan di lokasi, pada plank pembangunan balai pertemuan itu, tertulis biaya sebesar Rp284.078.000 yang diambil dari Dana Desa Sumbul 2019.

Kemit berharap, melalui media, dugaan penyimpangan Dana Desa tersebut akan menjadi pihak berwenang. Namun tiba kantor desa, ternyata Kepala Desa Sumbul tidak berada di tempat.

Dia menyayangkan, perencanaan pembangunan balai pertemuan itu tidak dilakukan melalui musyararah dengan warga. Selain itu, pengerjaan pembangunan juga dilakukan oleh pekerja dari luar Desa Sumbul.

Warga pun berharap, agar pihak Inspektorat Deliserdang dan pihak terkait lainnya untuk melakukan audit terhadap Anggaran Dana Desa Sumut.

Hal itu diakui oleh seorang pria yang mengaku sebagai kepala pekerja di sana. Meski menolak disebut sebagai kontraktor (pemborong), pria itu mengatakan bahwa untuk pengerjaan tersebut dibayar sekitar 50-an juta rupiah.

“Bukan borong. Kita cuma upah kerja, bukan borong,” tegas pria yang mengaku sebagai warga Binjai itu.

Balai Pertemuan Desa Sumbul yang sedang dikerjakan. (Sam/metro24jam.com)

Namun, saat wawancara berlangsung, seseorang pria berambut pendek balik merekam dua wartawan yang tengah berbincang dengan Albertus. Pria tersebut belakangan diketahui bernama T Barus (40), Kepala Dusun Desa Sumbul Kecamatan STM Hilir.

Sang Kadus tampaknya risih dengan kehadiran wartawan di sana dan terkesan berusaha menghalang-halangi peliputan yang dilakukan dua awak media, Senin (17/6/2019), sekira pukul 14.00 Wib.

Oknum Kepala Dusun itu tersebut bahkan bersitegang dengan wartawan dan berkali-kali mempertanyakan surat tugas.

“Mana surat tugas abang?” tanya Barus kepada 2 wartawan yang sedang mewawancarai Albertus Kemit.

Meski masing-masing awak media sudah memperlihatkan kartu pers mereka, Barus tetap tidak bisa menerimanya. Alhasil, awak media sempat berdebat dengan Barus hingga akhirnya ditengahi Kemit dan anggota PMS lainnya.

Oknum Kadus yang tidak mengizinkan awak media meliput. (Sam/metro24jam.com)

Metro24jam.com kemudian menghubungi Kapolsek STM Hilir, AKP Hotman Samosir, untuk meminta pengamanan.

“Sorri pak saya sedang rapat di Pakam. Saya sudah suruh Kanit Intel ke lokasi,” kata Samosir melalui pesan singkat WhatsApp. (Sam)