Heboh Pelaku Aksi Teror Usil Tas Bertulisan ‘Ada Bom’ Ditangkap, Ngakunya Lagi Nge-Prank April Mop

15-4-2019-Ada-bom.jpg

SIANTAR, metro24jam.com – Polisi berhasil mengungkap pelaku aksi teror usil yang sempat menggegerkan Kota Siantar, Sabtu (13/4/2019) kemarin. Dari 2 orang yang sebelumnya disebut terlihat dalam rekaman CCTV, polisi menetapkan 1 orang sebagai tersangka.

Tas hitam bertulisan ‘La ilaaha illallah, Ada BOM, Mampus Kelen’ itu awalnya ditemukan seorang pelanggan Alfamart Jalan Melanton Siregar, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Siantar Timur.

Kapolres AKBP Heribertus Ompusunggu dalam konferensi pers di Mapolres Pematangsiantar, Senin (15/4/2019) pagi mengatakan, pihaknya sudah mengamankan terduga pelaku berinisial IHN (17), warga Jalan Pattimura, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur.

Remaja yang masih duduk di bangku kelas 2 salah satu madrasah di Siantar itu ditangkap personel Satuan Reserse Kriminal Polres Siantar dari kediamannya, Minggu (14/4/2019) malam.

“Pelaku diamankan petugas dari rumahnya minggu malam sekitar pukul 23.00 Wib,” kata Heribertus.

Kapolres mengungkapkan, aksi itu diawali IHN dengan mengambil tas yang sudah tidak terpakai di sekolahnya, lalu kemudian menulis “La ilaaha illallah, Ada BOM, Mampus Kelen”.

“Tulisan yang ada di tas itu, ditulis pelaku dengan tipex di sekolahnya,” kata Heribertus.

Selanjutnya remaja tersebut pergi ke Alfamart Jalan Melanthon Siregar dan mengisi pot bunga yang diambil dari rumah kosong samping gerai minimarket tersebut dan memasukkannya ke dalam tas.

Penangkapan tersangka juga berdasarkan informasi yang diperoleh polisi dari saksi yang merupakan teman sekolahnya. “Jadi, saat dia menulis di tas itu, ada kawan kelasnya yang melihat,” lanjutnya.

Menurut Heribertus, aksi tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan teroris atau kelompok-kelompok radikal lainnya.

“Jadi memang dari dirinya sendiri oleh pelaku. Memang sudah kita periksa, tapi nanti akan kita lakukan tindak lanjuti,” katanya.

Terkait motif aksi tersebut, Heribertus mengatakan, bahwa sang remaja terinspirasi mengikuti ‘April Mop’ atau Prank (olok-olok). “Jadi motif pelaku iseng-iseng aja, untuk menyambut April Mop,” katanya.

Meski begitu, IHN tetap dijerat dengan pasal 6 Nomor 5 Undang-undang tentang Terorisme dan terancam 5 tahun kurungan penjara. (zeg)

BACA JUGA: