Heboh Pegawai BUMN Dituntut 2 Tahun Kasus Narkoba, Jaksa Siantar Ngaku Terima Upeti

20190514084651-duss.jpg

Siantar, hetanews.com – Jaksa Henny A Simandalahi menuntut terdakwa Zulkarnain Batubara alias Pak Lokot (45), selama 2 tahun penjara, dikurangi masa tahanan yang telah dijalani, di Ruang Cakra PN Siantar, Selasa (14/5/2019).

Zulkarnain Batubara yang berprofesi sebagai Pegawai BUMN ini, dipersalahkan jaksa melanggar Pasal 127 ayat (1) tentang narkotika.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa ajukan pledoi kepada Majelis Hakim, dibantu Penasehat Hukumnya, Erwin Purba SH.

Pak Lokot yang merupakan warga jalan Marihat Baris Huta I PPM Marihat, Kelurahan Marihat Baris, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, ditangkap anggota Sat Narkoba Polres Siantar, di jalan Flores II, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, tepatnya di pinggir jalan, pada Kamis, 6 Desember 2018, lalu.

Polisi berhasil mengamankan sabu dari kantong celana depan sebelah kanan terdakwa. Barang bukti yang berhasil disita, yaitu 1 paket sabu, 1 buah pipa bekas bakar sabu dan 1 buah kompeng karet.

Untuk bacaan putusan, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Fitra Dewi Nasution SH, dan didampingi dua anggota, Fhytta Imelda Sipayung SH dan M Nuzuli SH, menunda persidangan hingga sepekan.

Sementara itu, JPU Henny disinggung terkait tuntutan yang relatif rendah tidak memberikan jawaban pasti. Ia hanya mengakui telah menerima sesuatu dari perkara tersebut.

"Recehnya itu, dikitnya. Gak percaya klen tanya lah ama dia (Lokot)," ujarnya ditemui wartawan di ruang kerjanya.