Heboh Parkir Bahu Jalan Dilarang, Ketua SBSI: Kasihan Jukir Terganggu Cari Makan

20190110085733-img-20190108-145607.jpg

Siantar, Hetanews.com – Hingga saat ini belum ada penjelasan dari Dinas Perhubungan (Dishub) mengenai adanya larangan parkir di bahu jalan oleh Polisi Resor Siantar.

Ketua Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI) Kota Siantar, Ramlan Sinaga mengatakan, pelarangan parkir di bahu jalan itu mengakibatkan Juru Parkir (Jukir) tak mampu menutupi biaya setoran.

"Kasihan mereka (Jukir), karena persoalan tutup menutupi itu terganggu Jukir mencari makan," kata dia, Kamis (10/1/2019).

Seperti yang diungkapkan oleh Ancon Sihombing (40), salah seorang Jukir di seputaran Jalan Sutomo, depan Bank Mestika. Ia dan 5 orang Jukir lainya harus memberi setoran ke Dinas Perhubungan setiap harinya.

Sementara lahan parkir bahu jalan yang mereka kelola dari simpang Jalan Sudirman sampai ke Bank Mestika, sudah ditandai pelarangan parkir. 

Dengan itu, setoran harian senilai Rp.141 ribu hingga Rp.320 ribu ke Dishub tak dapat terpenuhi. "Kami gak tau kalau ada larangan parkir itu, karena gak disampaikan, gak sosialisasi ke kami," ujar Ancon.

Ketua SBSI Siantar, Ramlan Sinaga menambahkan, dengan adanya keluhan Jukir tersebut, pihaknya berharap persoalan ini dapat diselesaikan oleh Dishub.

"Kita mohon seminggu ini, itu diselesaikan. Kemudian kita evaluasi lagi, kemudian kita kordinasikan ke par Jukir," ungkapnya. 

Ramlan menyarankan kepada Jukir yang lahan parkir mereka terdapat pelarangan, supaya menyampaikan hal itu ke Dinas Perhubungan. Dengan itu, setoran Jukir yang telah ditetapkan itu, tidak menyukitkan para Jukir.