Heboh Nyambi Bantu Bandar Sabu, Buruh Bangunan di Desa Pon Ini Tertangkap Sendirian, Bosnya Kabur

SERGAI, metro24jam.com – Menyambi untuk mendapatkan penghasilan tambahan memang tak dilarang. Tapi apa yang dilakukan pria bernama Taupik Rahman ini terbukti menjadi petaka bagi dirinya sendiri.

Bagaimana tidak? Buruh bangunan berusia 33 tahun itu membantu seorang bandar narkoba. Apesnya lagi, saat rumah sang bandar digrebek, Taupik tertangkap sendirian, sedangkan bosnya berhasil kabur.

Pria ini ditangkap polisi dengan sejumlah barang bukti sabu-sabu di salah satu rumah tak jauh dari kediamannya di Dusun V, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Serdang Bedagai, Sabtu (7/12/2019) sekira pukul 17.00 Wib.

Kasatres Narkoba Polres Serdang Bedagai, AKP Martualesi Sitepu, dalam keterangannya Minggu (8/12/2019) mengatakan, penangkapan itu berawal dari laporan informan yang menyebutkan, bahwa di kediaman D (37) tersebut, sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu-sabu.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Sergai langsung melakukan penggrebekan ke rumah dimaksud.

“Di rumah itu kita menemukan tersangka sedang berada di dalam kamar. Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti sabu di belakang rumah, dekat kandang ayam sebanyak 7 paket sabu dibungkus plastik klip,” katanya.

Martualesi menjelaskan, dalam penggrebekan itu yang menjadi target polisi adalah pemilik rumah berinisial D (37).

“Namun TO berhasil kabur setelah mengetahui kedatangan petugas dengan cara melompati seng pagar. Dari rumah itu juga diamankan seorang perempuan berinisial S (24). Dari hasil interogasi, wanita ini merupakan sebagai asisten rumah tangga di rumah tersebut, dan saat ini ditetapkan sebagai saksi,” katanya.

Sementara itu, dari keterangan Taupik, bahwa dia hanya berperan membantu D untuk mengantarkan pesanan sabu kepada para pelanggan dengan upah 500 hingga 600 ribu setiap minggunya.

“Tersangka Taupik juga tinggal di rumah tersebut dan sudah sekitar 2 bulan lebih membantu D dalan bisnis haramnya,” beber Martualesi.

Dari pengungkapan itu, total barang bukti sabu yang disita polisi adalah seberat 21,26 gram (bruto). Selain itu juga disita 1 unit timbangan digital, uang tunai Rp10.000 dan 2 bal plastik klip transparan kosong.

“Tersangka dijerat pasal 114 subs 112 Yo 132 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun,” pungkasnya. (mad)