Heboh MUI: Umat Islam Meninggal Karena Covid 19 Dimakamkan Sesuai Syariat

Siantar, –  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Siantar menegaskan, bila suatu saat umat Islam yang meninggal akibat Covid 19 supaya dimakamkan sesuai syariat Islam.

Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penangangan (GTPP) Covid 19 Siantar, Rabu (24/6/2020) di Posko GTPP. 

“Kita memang sudah melakukan pertemuan dengan tim Covid-19 Pemko Siantar dan ada beberapa hal yang kita sampaikan supaya dilaksanakan Tim Covid," ungkap Ketua MUI Kota Siantar, H M Ali Lubis.

"Apabila ada umat Islam yang akan dimakamkan sebagai korban Covid-19, selain memang harus mengikuti protokoler kesehatan, kita minta dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam,” ujar HM Ali Lubis.

Syariait Islam itu dikatakan terkait dengan pelaksanaan fardu kifayah yang dimulai dari pengkafanan sampai  pemandian dan pemakaman. 

Pelaksananya  adalah umat Islam sendiri yang memiliki pengetahuan dan ilmu tentang syariat Islam. Sehingga, tidak ada keraguan-raguan ummat Islam kota Siantar.

“Apa yang kita sampaikan memang sudah disetujui pihak rumah sakit dan sebelumnya pihak rumah sakit juga sudah melaksanakan apa yang kita sampaikan,” ujar H M Ali. 

Ia juga mengatakan agar kedepannya, bila ada kejadian umaat Islam yang meninggal korban Covid-19, sebaiknya dikoordinasikan dengan MUI Kota Siantar.

Dengan demikian, pihak MUI bisa melakukan pemantauan secara langsung. Bahkan ada tenaga yang sudah disediakan. Hanya saja harus diberi hak dan kewajibannya. Termasuk perlengkapan Alat Pengaman Diri (APD).

“Kalau ada umat Islam yang meninggal tetapi pelaksanaan fardu kifayahnya tidak dilaksanakan dengan baik, yang berdosa bukan hanya satu atau dua orang. Tetapi, sesuai dengan syariat Islam juga, yang berdosa adalah umat Islam secara keseluruhan,” ujar H M Ali Lubis lagi.

Lebih lanjut dikatakan, MUI sendiri sudah mengeluarkan fatwa terkait dengan tata cara pemakaman umat Islam yang meninggal karena Covid-19. Bahkan, Fatwa MUI itu direncanakan akan disebar ke sejumlah rumah sakit lainnya.

Dari pihak Pemko pertemuan dihadiri Zainal Siahaan yang juga sebagai pengurus MUI Siantar  dan Sa Amsah. Ketua MUI Kota Siantar, H M Ali Lubis dan M Rasyidan serta M Zein. Kemudian, Wakil Direktur RSUD Dr Djasamen Saragih, dr Harlen Saragih dan  beberapa petugas medis. (Rel)

Baca juga: