Heboh Miris! Bocah di Lhokseumawe Dirantai Gara-gara Tak Bawa Uang Sepulang Mengemis

21-9-2019-Bocah-Disiksa.jpg

LHOKSEUMAWE, metro24jam.com – Seorang bocah laki-laki berinisial MS (9) disiksa ayah tiri dan ibu kandungnya hanya karena tidak bisa membawa uang sepulang dari mengemis.

Belakangan diketahui, bahwa bocah yang beralamat di Lorong Metro, Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe itu sudah mendapat perlakuan tersebut sejak dua terakhir, setelah MS ditemukan dengan kedua pergelangan kakinya dirantai, pada Rabu (18/9/2019).

Warga menyebut, MS kerap mengalami kekerasan dari orangtuanya. Kejadian itu akhirnya dilaporkan warga kepada Serda Maulana Babinsa setempat, dari Kodim 0103/Aceh Utara.

Temuan yang sangat menyayat hati inipun justeru mendadak viral melalui video yang beredar di media sosial dengan durasi sekitar lima menit 19 detik.

Dalam video itu, Serda Maulana tiba di rumah korban dan langsung mendapati MS sedang dalam kondisi kaki dirantai.

Awalnya, MS terlihat takut ketika hendak membeberkan apa yang sudah dialaminya sejak dua tahun terakhir. Namun, setelah dibujuk oleh Serda Maulana, bocah itu akhirnya bersedia menceritakan penyebab kakinya dirantai.

Belakangan, MS pun dengan singkat berkata bahwa ia dirantai lantaran tidak membawa uang hasil ngemis.

Langsung saja, Serda Maulana membawa MS bersama ayah tiri dan ibu kandungnya ke Mapolsek Banda Sakti. Dari sana, polisi kemudian menyerahkannya ke Polres Lhokseumawe untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut sesuai Laporan Polisi nomor: LP-A/325/IX/2019/Aceh/Res Lsmw, tanggal 18 September 2019.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang dalam konferensi pers Jum’at (20/9/2019) mengatakan, saat ini ayah tiri korban UG (34) dan ibunya MI (39) ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana ekploitasi dan penganiayaan terhadap anak.

Polisi juga memperlihatkan sejumlah barang bukti berupa rantai yang digunakan tersangka untuk mengikat kaki korban beserta palu dan gelas yang digunakan untuk menganiaya si korban.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut kami menemukan fakta bahwa sebenarnya eksploitasi ini sudah dilakukan sejak dua tahun lalu yaitu sejak si anak ini berusia enam tahun dan dieksploitasi oleh orangtuanya yaitu anak ini dipaksa untuk mengemis,” ujar Herlambang didampingi Kadinsos Lhokseumawe, Ridwan A Jalil.

Disebutkan, pihaknya menemukan sejumlah luka dibagian kepala korban dan luka lain di sekujur tubuh sang bocah diduga akibat dipukul kedua orangtuanya menggunakan gelas.

Dalam kasus ini pihaknya terus melakukan penyelidikan dan membahas soal MS (korban) akan diserahkan kepada keluarganya. (Chairul)