Heboh Mantan Pimpinan KCP Galang Ditahan Kejati, PT Bank Sumut Siap Bantu Proses Penegakan Hukum

MEDAN, metro24jam.com – Terkait penetapan tersangka dan penahanan LG (61), mantan pimpinan Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu (KCP) Galang, PT Bank Sumut menyatakan siap membantu sepenuhnya proses penyidikan dugaan korupsi serta kerugian negara dalam kasus kredit macet tersebut.

Corporate Secretary Bank Sumut, Syahdan Ridwan Siregar, mengatakan, hal itu disebut sejalan dengan komitmen Bank Sumut untuk menegakkan gerakan anti korupsi di Provinsi Sumatera Utara.

Demikian juga, di lingkungan Bank Sumut setta penerapan tata kelola perusahaan yang baik untuk mendukung perwujudan Sumut Bermartabat.

Ke depannya, Bank Sumut disebut akan melakukan penguatan dan evaluasi manajemen tata kelola perusahaan demi mewujudkan good corporate governance sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh stakeholdernya.

“Bank Sumut juga siap memberikan bantuan data dan keterangan yang dibutuhkan untuk membantu Kejatisu,” kata Syahdan Ridwan Siregar dalam keterangan tertulis yang diterima Metro24jam.com melalui Staff Public Relation, Rini Rafika Sari.

Diberitakan sebelumnya, LG, mantan pimpinan Bank Sumut KCP Galang, ditahan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada Rabu (21/7/2021).

Sebelumnya kejaksaan juga telah menahan R, mantan wakil pimpinan KCP Galang dan SL selaku debitur.

Syahdan menjelaskan, LG dan R sendiri telah diberhentikan sebagai pegawai Bank Sumut. Meski demikian, tetap tidak menghapus pertanggungjawaban yang bersangkutan kepada hukum.

Secara internal, Bank Sumut juga terus memperbaiki SOP operasionalnya untuk meminimalisir penyelewengan dan tindak pidana.

“Kami juga telah menandatangani pakta integritas bersama KPK beberapa waktu lalu sebagai wujud komitmen anti korupsi dan fraud yang akan merugikan semua pihak,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kejadian ini tidak berdampak pada kinerja keuangan dan operasional Bank Sumut.

“Karena setiap penyaluran dana/kredit telah memperhitungkan komponen cadangan atas resiko kredit,” pungkasnya. (*)

BACA JUGA: