Heboh Maju Kembali di Labuhanbatu, dr Tigor Panusunan Ingin Obati Hati Rakyat

MEDAN, metro24jam.com – Konstentasi di Pilkada Labuhanbatu 2020 sepertinya akan menjadi persaingan sengit. Sejumlah tokoh ikut bursa pertarungan politik tersebut, termasuk Bupati Labuhanbatu periode 2010-2015, dr Tigor Panusunan Siregar SpPD.

Dokter spesialis penyakit dalam itu maju mencalon kembali sebagai Bupati, karena panggilan diri dan ingin melanjutkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, terutama dari segi pendidikan yang pernah diukirnya saat memimpin Labuhanbatu.

Kepada wartawan seusai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di kantor DPW Partai Perindo Sumut, Sabtu (7/11/2019) sore, Tigor mengatakan, bahwa selama lima tahun dirinya memimpin, Labuhanbatu merupakan salah satu daerah di Sumatera Utara yang terhindar dari praktik korupsi birokrasi pemerintahan.

Seperti diketahui, tersangkut mantan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap yang terjaring operasi tangkap tangan ( OTT) oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Atas dasar itu, kata Tigor, bila masyarakat Labuhanbatu memberikan mandat menjadi Bupati Labuhanbatu periode 2019-2024, dia akan melakukan pembenahan dan pembersihan birokrasi dari praktik korupsi.

“Bila saya mendapatkan mandat rakyat Labuhanbatu praktik gratifikasi dan korupsi akan saya bersihkan. Tindakan ini semuanya tidak terlepas karena sikap rakus dan tidak merasakan syukur atas nikmat yang diberikan Allah,” tegas Tigor.

Ia mengatakan bahwa kebutuhan seluruh kepala daerah maupun SKPD dan instansi pemerintahan baik yang urusan kecil seluruhnya sudah ditanggung oleh negara.

“Jika masih melakukan korupsi ini sudah sangat keterlaluan dan sangat menyakiti hati rakyat. Lihat bagaimana kondisi hari ini , rakyat Labuhanbatu disuguhi pengalaman pahit dengan ditangkapnya Bupati [Pangonal Harahap] oleh KPK. Atas dasar ini saya terpanggil untuk mengobati luka rakyat Labuhanbatu,” katanya.

Soal visi dan misi, Tigor mengaku akan mengusung tiga program prioritas jika menang Pilkada 2020, yaitu rakyat jangan lapar, rakyat jangan bodoh dan rakyat jangan sakit.

Guna mewujudkan rakyat jangan bodoh, kata Tigor, maka sektor pendidikan harus dibenahi dan ditingkatkan. Langkah konkret mewujudkan program prioritas tersebut akan dilakukan lewat pengalokasian anggaran pendidikan.

“Sewaktu saya menjadi Bupati Labuhanbatu, anggaran pendidikan mencapai sekitar 30 persen dan setiap tahun pembangunan sekolah terus bertambah, hingga Labuhanbatu awalnya berada diperingkat ke-27 menebus peringkat ke-3 bidang pendidikan se-Sumatera Utara,” sebutnya.

“Bahkan beasiswa gratis untuk putra putri Labuhanbatu diseluruh perguruan tinggi setiap tahun meningkat dan bertambah. Dan anak-anak di Rantauprapat sudah merasakannya langsung,” papar pria yang kini mendarmabaktikan hidupnya melayani masyarakat Rantauprapat melalui praktik pelayanan kesehatan yang dibukanya.

Ia mencontohkan bagaimana anak seorang buruh pemecah batu bisa bersekolah ke universitas terfavorit hingga langkah yang dilakukan menjadi contoh bagi kepala daerah lainya.

“Silakan tanya langsung kepada Ibu Nonik pengurus Perindo Labuhanbatu tentang program pendidikan yang sudah saya terapkan saat memimpin,” katanya.

Tigor juga mengatakan, agar rakyat tidak lapar, maka sektor pertanian pangan khususnya lahan sawah harus dibenahi serta menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya dan pembangunan infrastruktur.

“Saya akan bangkitkan dan gerakan perekonomian rakyat dengan langkah ini maka kehidupan masyarakat akan lebih sejahtera sehingga rakyat tidak lapar. Sebaliknya, pembangunan infrastruktur yang merata mulai dari jalan sampai jembatan yang tidak akan saya bangun,” katanya.

Untuk prioritas rakyat tidak sakit, dirinya akan membenahi sarana kesehatan seperti rumah sakit dan Puskesmas supaya pelayanan kesehatan semakin meningkat dan cepat.

Tigor menyampaikan, adanya kemajuan layanan kesehatan di Desa Sei Penggantungan yang awalnya tidak merasakan layanan kesehatan, tapi pada masa dia memimpin telah dibangun Puskesmas.

“Saya memiliki cita-cita juga membangun Rumah Sakit Umum Rantauprapat menjadi pusat rujukan regional untuk dapat melayani rakyat dengan fasilitas lengkap dengan unit barunya tersandar untuk daerah Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara dan Padang Lawas Selatan,” paparnya.

“Di sisa akhir hidup, saya ingin mengbadikan diri saya kepada masyarakat Labuhanbatu. Dan saya ingin melanjutkan program yang pernah saya buat terutama pendidikan agar anak-anak di Labuhanbatu bisa menggapai cita-citanya. Tidak ada yang lain yang lain karena istri seorang pegawai dan anak-anak sudah besar-besar dan bekerja,” katanya seraya mengaku optimis akan mendapatkan mandat partai politik. (Rom)