Heboh Lurah Timbang Galung Tak Tau Ada Kusuk Lulur Melati, Tempat Almer Hembuskan Nafas Terkahirnya

20190612123350-img-20190611-wa0022.jpg

Siantar, hetanews.com – Kasus tewasnya AS (64), seorang pasien di kamar pijat/kusuk sempat mengejutkan banyak masyarakat. Korban menghembuskan nafas terkahirnya diduga karena mengonsumsi obat kuat usai berhubungan badan dengan pekerja pijat.

Kabar ini juga terkonfirmasi sebagaimana pengakuan pekerja pijat berinsial M (40) kepada aparat kepolisian setempat.

"Sebelum tewas, korban sempat berbicara dengan Maimunah. Ditanya, bapak mau kusuk?. Korban meminta langsung 'main' saja. Setelah buka baju dan berhubungan intim, korban mengeluh sesak nafas dan berhenti dan korban duduk lalu semakin lemas," ujar Kanit Reskrim Polsek Siantar Barat, Ipda Jhon kepada hetanews, kemarin.

Baca juga:

Lokasi pijat tempat meninggalnya korban berada di Jalan H Adam Malik, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, tepatnya di depan Kafe Sobat. Pun begitu, lokasi pijat ini ternyata tak diketahui pemerintah setempat.

"Gak tau saya tempat itu. Di wilayah Timbang Galung yang saya tau ada 2 usaha pijat, itu di Jalan Kartini," kata Lurah Timbang Galung, Herwan Saragih dihubungi hetanews, Rabu (12/6/2019).

Herwan menyampaikan, belakangan tak ada keluhan warga soal lokasi pijat milik warga berinisial RP, yang diduga menyediakan prostitusi terselubung tersebut.

"Saya menjabat (Lurah) jalan 5 bulan ini. Gak ada, selama ini gak ada laporan dari warga ke kami soal itu. Dan menurut pemiliknya sebenarnya usahanya sudah tutup kian, tapi semalam (dibuka) karena korban memaksa maka pegawainya dipanggil lagi. Udah gak boleh buka lagi usahanya ini," papar Herwan.

Baca juga:

Diberitakan, AS seorang pensiunan PNS, warga asal Kota Jakarta yang kini tinggal di Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba tewas di dalam kamar Kusuk Lulur Melati di Jalan Adam Malik, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Selasa (11/6/2019) pagi. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Djasamen Saragi.