Heboh Komentari Tangis Mulan Jameela untuk Ahmad Dhani, Keluarga Korban Kecelakaan Dul Jaelani: Tak Sebanding dengan Tangisan Keluarga Kami!

1583897512.jpg

YuKepo ~ Tangis Mulan Jameela mendapat komentar dari keluarga korban kecelakaan Dul Jaelani pada tahun 2013 silam.

Keluarga korban kecelakaan Dul Jaelani sebut tangis Mulan Jameela tak sebanding dengan kesedihan keluarga korban meninggal akibat peristiwa tersebut.

Keluarga korban kecelakaan Dul Jaelani mengomentari tangis Mulan Jameela saat menyanyikan lagu untuk Ahmad Dhani di acara Indonesia Lawyers Club (ILC).

Kesedihan Mulan Jameela terluapkan atas dibuinya sang suami, Ahmad Dhani karena kasus ujaran kebencian dengan vonis 1,5 tahun penjara.

Mulan Jameela tak menyangka suaminya akan divonis selama itu.

Hal ini diungkapkan Mulan saat menjadi bintang tamu di acara Indonesia Lawyers Club.

Setelah menceritakan tentang proses penahanan Ahmad Dhani, Mulan Jameela kemudian menyanyikan sebuah lagu untuk mengungkapkan perasaannya kepada suaminya.

Mulan Jameela menyanyikan lagu ‘Kangen’ yang mewakili perasaannya saat itu.

Namun baru bait pertama, Mulan Jameela sudah tak kuasa membendung air matanya.

Sambil menangis tersedu-sedu, Mulan masih meneruskan nyanyiannya.

Tangisan Mulan Jameela menjadi pebincangan publik dan viral di media sosial.

Rupanya hal ini juga menjadi sorotan keluarga korban kecelakaan Dul Jaelani.

Salah satu keluarga korban meninggal tersebut memberikan komentar di tweet akun @CakKhum yang mengunggah video tangisan Mulan Jameela tersebut.

“Sambil Menangis, Mulan Jameela Bawakan Lagu ‘Kangen’ Untuk Ahmad Dhani di ILC,” dikutip Grid.ID dari akun Twitter @CakKhum (6/2/2019).

Kemudian seorang anggota keluarga korban kecelakaan Dul Jaelani menyindir Mulan Jameela dengan menceritakan kondisi anak-anak korban yang selalu menanyakan sang ayah yang telah tiada.

“Suruh si mulan nyanyi juga utk keponakan gw yg meninggal ditabrak si Dul !!!! Bisa nggak ??? Anak2 nanyain bapaknya tiap hari ?? Umur anak2 dia masih batita ?? Anak2 keponakan gw yg msh pantas nanyain dimana dan kapan bapaknya pulang !!!,” tulis akun @PersRini.

Sambil Menangis, Mulan Jameela Bawakan Lagu ‘Kangen’ Untuk Ahmad Dhani di ILC#ILCYangTerjeratUUITE#PrabowoSandiUntukIndonesia pic.twitter.com/2r4D4PBvZ4

— CAK KHUM (@CakKhum) February 5, 2019
Selain itu, akun @PersRini juga menganggap bahwa tangisan Mulan Jameela tak sebanding dengan tangisan dan rintihan keluarga korban.

Ia menyebut kecelakaan tragis tersebut adalah akibat dari luputnya pengawasan orang tua yang mengizinkan anak di bawah umur untuk mengemudikan mobil sendiri.

“ADP ditempatkan sebagai org yg didzalimi pemerintah. Tangisan anak dan “isterinya” tidak sebanding dgn tangisan dan rintihan keluarga korban kecelakaan akibat mobil yg dikemudikan anak dibawah umur, yg lolos dr pengawasan org tuanya…,” lanjut @PersRini.

Tak hanya berhenti di situ, tampaknya akun @PersRini yang merupakan tante korban tersebut masih geram dengan keluarga Ahmad Dhani.

Ia mengungkapkan bahwa tangisan keluarga Ahmad Dhani terlalu didramatisir hanya karena suami Mulan Jameela tersebut divonis hukuman penjara dalam hitungan bulan.

“ADP divonis pengadilan dan akan berpisah hanya hitungan bulan. Saya ingin mengingatkan mereka2 yg mendramatisir kasus ADP bahwa tangisan keluarga ADP sama sekali TIDAK SEBANDING DGN TANGISAN KELUARGA KORBAN AKIBAT KEBODOHAN ORG TUA YG MENGIJINKAN ANAK DIBAWAH UMUR MENGEMUDI…,” ungkap @PersRini.

ADP divonis pengadilan dan akan berpisah hanya hitungan bulan. Saya ingin mengingatkan mereka2 yg mendramatisir kasus ADP bahwa tangisan keluarga ADP sama sekali TIDAK SEBANDING DGN TANGISAN KELUARGA KORBAN AKIBAT KEBODOHAN ORG TUA YG MENGIJINKAN ANAK DIBAWAH UMUR MENGEMUDI…

— リニ?”?る茶にアゴ。-. (@PersRini) February 6, 2019
Dilansir Grid.ID dari Kompas.com, Dul Jaelani, putra ketiga Ahmad Dhani ini pernah terlibat dalam kecelakaan maut yang menewaskan 7 orang di Km 8+200 Tol Jagorawi (8/9/2013).

Saat kecelakaan terjadi, usia Dul saat itu masih 13 tahun.

Putranya tak dibui, Ahmad Dhani kala itu berjanji akan bertanggung jawab untuk menyekolahkan anak-anak korban kecelakaan. (*)

Resource :grid.id