Heboh Ketua DPP LSM Karya Ini Ucapkan Selamat Kenaikan Gaji ASN dan Bandingkan Kehidupan Tenaga Guru Honorer

20190315112648-marjo.jpeg

Siantar, hetanews.com – Pada April 2019 mendatang, Pemerintah akan mencairkan kenaikan gaji para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tanah Air, dihitung mulai Januari hingga April.

Dan seperti diketahui, gaji para ASN, naik sebesar 5 persen dan telah ditampung dalam APBN 2019.

Menanggapi adanya kenaikan gaji ASN tersebut, Ketua DPP LSM Siantar – Simalungun, Marjo Situmorang, menyampaikan selamat kepada ASN maupun PNS yang akan menikmati kenaikan gaji itu dan diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun di tengah kabar gembira itu, Marjo juga menyinggung kehidupan para tenaga honorer, khususnya guru honorer yang juga mengabdi di instansi Pemerintah yang hingga kini kehidupannya masih memprihatinkan.

“Umumnya seperti guru honorer di sekolah negeri, mereka hanya menerima upah dari dana BOS dan Komite Sekolah dan kalau pun ada yang digaji dari APBD, kita sudah tahu nominalnya dan kekuatannya yang memang belum layak,”beber Marjo.

Kembali ditegaskannya, bahwa gaji para tenaga honorer tersebut masih sangat tidak layak dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari, namun tuntutan pekerjaan dan tanggungjawabnya, tidak berbeda dengan para ASN.

Sehingga sangat lah wajar, jika Presiden Jokowi, melalui instansi terkait memperhatikan kesejahteraan mereka (tenaga honorer,red), sehingga ada rasa keadilan, ujar Marjo.

“Banyak program Pemerintah yang pro terhadap masyarakat miskin, seperti bantuan KIS, KIP, PKH maupun Rastra, namun untuk para tenaga honorer tampaknya belum menyentuh,”ujarnya prihatin, Jumat (15/3/2019), via ponsel.

Bahkan, lanjutnya, seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang kabarnya untuk menyelamatkan para tenaga honorer, ternyata juga tidak mampu menjawab keluhan para tenaga honorer, khususnya para guru honorer.

“Karena penerimaan PPPK yang baru – baru ini dilaksanakan, bisa dibilang nasib – nasiban karena pesertanya harus ikuti ujian dan terbukti di beberapa daerah banyak yang kalah. Ada yang tidak  lolos administrasi dan ada yang kalah saat ujian. Bahkan, di beberapa daerah, tidak membuka penerimaan PPPK,”paparnya.

Marjo Situmorang berharap agar Presiden Jokowi memberikan solusi yang konkrit untuk membantu para tenaga honorer kalau memang ingin membuat mereka sejahtera dan tersenyum seperti para ASN yang akan menerima pencairan kenaikan gaji dan di bulan Mei juga akan menerima gaji ke 13 dan THR.