Heboh Kasihan Kali Warga Nagapita Bahhh…Kalau Gak Air Mati, Airnya Keruh hingga Berlumpur

20181207060420-pd-1.jpg

Siantar,hetanews.com- Warga kawasan jalan Rakutta Sembiring (lorong 20) dan termasuk jalan Marasi, kelurahan Nagapita, kecamatan Siantar Martoba, kota Siantar, hanya mampu menerima kenyataan.

Kalau diberi air bersih dan pendistribusiannya lancar, mereka tampak sangat senang dan kalau pun air sering mati, bahkan dikasi jatah air yang keruh hingga berlumpur, mereka pun tidak bisa bilang apa – apa, hanya dapat berkeluh kesah, menunggu air normal kembali.

Seperti informasi yang dihimpun Hetanews.com, Jumat (7/12/2018),  dalam dua hari ini warga kelurahan Nagapita mengalami kesulitan mendapat air bersih, karena air yang didistribusikan pihak PDAM Tirtauli Siantar tersebut, kualitasnya sangat buruk, keruh dan berlumpur.


Kondisi air keruh dikeluhkan warga jalan Rakutta Sembiring sekitarnya. (foto/gun) 

Kondisi itu membuat bingung warga di sana, khususnya para ibu rumah tangga (IRT). Apalagi saat di pagi hari. Karena air yang keruh itu tidak layak dipakai untuk masak dan termasuk untuk urusan MCK karena dikuatirkan kulit bisa alergi jika terkena air tersebut.

Seperti penuturan salah seorang warga jalan Rakutta Sembiring, boru Manik, bahwa mereka sudah terbiasa menikmati buruknya pelayanan PDAM Tirtauli tersebut.

Karena kalau tidak air mati berhari – hari, warga juga harus ‘menikmati’ air yang keruh hingga berlumpur, sehingga sangat tidak layak untuk dipakai buat memasak dan urusan MCK, ujarnya kepada hetanews.com, Jumat (7/12/2018) siang.

Harusnya, katanya, pelayanan pihak PDAM Tirtauli sudah maksimal dengan mengantisipasi segala gangguan yang dapat mengganggu pendistribusian air dan termasuk kualitas air itu sendiri.


Kondisi air keruh dikeluhkan warga jalan Rakutta Sembiring sekitarnya. (foto/gun) 

“Jangan hanya canggihnya saat menagih rekening air saja, tapi pelayanan terhadap konsumen harus ditingkatkan juga lah,”ungkapnya sambil memperlihatkan sampel air yang keruh tersebut.

Apalagi lanjutnya, pihak PDAM Tirtauli tidak ada kedengaran memberitahukan soal adanya gangguan hingga air menjadi keruh.

“Kalau ada diumumkan, mungkin warga bisa cepat mengantisipasinya sehingga tidak terganggu mau masak makanan dan air minum,”katanya lagi.

Kerugian warga akibat lemahnya pelayanan PDAM Tirtauli tersebut, yaitu warga terpaksa merogoh kantong untuk membeli air galon yang harganya lumayan mahal yaitu Rp5000 per galon.


Kondisi air keruh dikeluhkan warga jalan Rakutta Sembiring sekitarnya. (foto/gun) 

Dan seperti pengakuan br Manik, kalau air mati dan keruh seperti saat ini, maka mau tidak mau, dia harus memesan paling sikit 4 galon agar bisa memenuhi keperluan memasak dan urusan MCK hingga mandi.

Menanggapi air yang keruh itu, Humas PDAM Tirtauli Siantar, Ikhwan Lubis yang dikonfirmasi via ponsel, Jumat siang (7/12/2018), mengakui kalau air yang disalurkan pihaknya tersebut memang ada gangguan, seperti keruh dan bahkan dibeberapa tempat air tidak terdistribusi (mati).

Katanya, bahwa pihaknya telah kordinasi dengan koordinator kecamatan agar secepatnya turun melakukan perbaikan, sehingga air kembali normal dan jernih.

Itu dikarenakan volume air tinggi dan kita telah kordinasi dengan koordinator kecamatan agar secepatnya diperbaiki. Jangankan keruh, di daerah lain juga ada yang mati airnya, ujarnya.