Heboh Jelang Idul Fitri di Tengah Covid-19, Pedagang Pasar Tradisional di Siantar Mengeluh

Siantar, hetanews.com – Sejumlah pedagang di pasar tradisional di Kota Siantar, seperti Pasar Dwikora, Horas dan Pasar Pagi Rindam I/BB, mengeluhkan penghasilan mereka yang turun drastis.

"Biasanya menjelang idul fitri atau hari raya, penghasilan sangat memuaskan, tapi karena Covid-19, jauh dari harapan,"ungkap Boru Regar, salah seorang pedagang Pasar Horas Siantar, ketika ditemui hetanews.com, Jumat (22/5/2020) siang tadi.

Dikatakannya, jualan pun sepi pembeli, padahal harga normal – normal saja dan bahkan cabe merah, sangat murah Rp 12 ribu/kg. Sedangkan kebutuhan lainnya juga standard saja, ujarnya.

Tapi karena sulitnya perekonomian akibat dampak penyebaran Covid-19, menjadikan penghasilan sangat minim, katanya berkeluh kesah.

Pedagang tradisional di Siantar mengeluhkan sepinya pembeli jelang Idul Fitri. (foto/ay)

Meski hari ini mengalami sedikit lonjakan konsumen, tapi ini masih jauh dari biasanya yang penuh berdesakan berbelanja untuk kebutuhan lebaran. Bahkan siang ini, mulai sepi dan biasa saja, katanya lagi.

Sementara itu, Wati, seorang ibu rumah tangga (IRT) yang sedang berbelanja untuk kebutuhan menyambut Idul Fitri 1441 H mengatakan, dirinya hanya belanja seperlunya saja karena keuangannya juga sangat terbatas. Yang penting masih bisa makan, ungkapnya dan langsung pamit karena harus buru – buru, karena pembeli makin ramai, dan dia  takut dengan virus corona dan memang gak boleh berkerumun.

Pedagang lainnya, marga Sitorus juga sangat mengeluhkan situasi pasar saat ini.

Menurutnya, biasanya per harinya, dia bisa mendapatkan omzet Rp1 juta, tapi sekarang ini, dapat Rp300 ribu saja susah. Pedagang ayam ini mengaku, menjelang idul fitri tahun ini, jauh berbeda dari tahun tahun sebelumnya.

Para pedagang berharap situasi pasar dapat kembali normal, hingga aktifitas warga bisa pulih seperti sedia kala. "Semoga wabah pandemi virus corona segera berakhir,"harap Sitorus.