Heboh Jalan Patumbak ke Simpang Amplas Hancur, Warga Minta Perhatian Pemerintah

10-7-2019-Jalan-hancur.jpg

PATUMBAK, metro24jam.com – Jalan Pertahanan Patumbak menuju ke Simpang Amplas Medan, saat ini rusak parah. Akibat kondisi jalan yang berlobang-lobang tersebut, membuat para pekerja maupun para pelajar sering terlambat sampai ke tujuan.

Selain itu, para sopir Angkot pun enggan melintasi jalanan yang berlubang dan rusak parah itu. Alhasil, para penumpang tujuan Simpang Tiga, Desa Patumbak I, seringkali diturunkan di Dusun VI, Desa Patumbak II, tepatnya di depan Gang Indo Pam, terutama menjelang petang.

Salah seorang supir Angkot Rajawali, Mail (41), saat ditemui Rabu (10/7/2019) siang merasa kecewa dengan kurangnya perhatian pemerintah kabupaten maupun kecamatan.

“Di mana-mana di wilayah Indonesia jalan-jalan yang rusak diperbaiki. Bahkan, jika di suatu daerah belum mempunyai jalan, terutama jalan penghubung, saat ini pemerintah sedang giat-giatnya membangun jalan itu. Tapi kenapa di Kecamatan Patumbak, jalan yang sudah tersedia sejak zaman Belanda, kok malah tak ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten. Padahal, Jalan Pertahanan Patumbak, adalah jalan inti menuju Kota Medan,” ketusnya.

“Karena jalannya rusak dan berlobang-lobang, maka angkot ku pun sering rusak. Lagipula jadi lama sampai ke tempat tujuannya,” keluhnya lagi. 

Mail berharap Pemerintah Kabupaten Deliserdang maupun kecamatan agar memperbaiki Jalan Pertahanan Patumbak yang hancur, guna kelancaran masyarakat berlalulintas.

Hal senada diucapkan Manto (56), salah seorang warga Patumbak yang setiap harinya melintas di jalan tersebut mengendarai sepedamotor. Menurutnya, perbaikan jalan memang urusan pemerintah.

“Saya sudah 35 tahun melintas di jalan ini. Karena saya  bekerja di Jalan Bogor Medan sejak tahun 1984. Jadi setiap pagi dan petang saya melintasi jalan ini,” ungkapnya. 

Manto merasa kecewa terhadap pemerintah, karena PBB dan pajak kendaraan di minta terus setiap tahunnya.

“Jadi, ke mana uangnya semua itu? Sebab, jalan yang digunakan untuk kepentingan umum pun tidak diperhatikan. Padahal, dengan rusaknya jalan ini, sudah banyak yang menjadi korban, terutama para pelajar yang mengendarai sepeda motornya tidak hati-hati,” pungkasnya. (Sam)