Heboh Jakarta Kota Toleransi Terendah, Anies Minta Setara Buka Kuesioner

92e8e69c-6189-4335-869e-3cf53c9abcf4_169.jpeg

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta meminta membuka data kuesioner dalam survei Indeks Kota Toleran 2018. Setar merilis berada di urutan terendah kota toleran.

“Saya ingin baca nanti studinya, studi apapun kita harus baca supaya kita ketahui dan saya menganjurkan kepada Setara untuk mengumumkan daftar pertanyaanya kepada publik, kuesionernya, seluruh kuesionernya,” kata Anies kepada wartawan di Lippo Mal Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12/2018).

Data mengenai kuesioner harus dibuka untuk mengetahui ragam pertanyaan dalam survei indeks Kota Toleran. Dia meminta Setara Institute mau mempublikasikan daftar pertanyaan survei kepada publik.

“Karena bisa saja pertanyaan itu disusun untuk mendapatkan jawaban tertentu. Misalnya gini, Anda seorang muslim saya tanya apakah anda salat 5 waktu? Cenderung menjawab iya, betul kan. Jadi pertanyannya pun juga harus diuji,” ujar Anies.

Selain itu, Anies meminta ahli statistik ikut menghitung indeks yang dikeluarkan Setara. Hal ini menurut Anies unttuk memastikan indeks yang dikeluarkan Setara bersifat valid.

“Dan saya mengundang kepada para ahli statistik, ahli pengukuran ilmu sosial untuk mereview instrumenya, memastikan bahwa validitas, realbilitas dalam instrumen itu valid,” kata Anies.

“Mengapa penting ahli statistik, supaya kita bisa mendapatkan hasil dimana kebijakan-kebijakan kita bisa kita rumuskan dengan benar. kalau alat ukurnya benar kebijakan yang dilakukan terapinya benar juga, tetapi kalau alat ukurnya tidak benar nanti langkah kita jadi salah juga,” sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Setara Institute Hendardi memberi penjelasan mengapa Jakarta berada di urutan buncit kota toleran terendah. Jakarta menurut Hendardi menjadi pusat pemerintahan, sehingga terjadi berbagai macam dinamika politik.

“Itu yang menyebabkan apapun, Jakarta tidak mudah menjadi kota yang toleran. Kendati begitu tetapi bukan tidak ada pemimpin yang berusaha menjadikan Jakarta sebagai kota yang sangat heterogen ini menjadi kota yang juga sangat toleran. Namun masih ada banyak hambatan macem macem,” kata Hendardi di Hotel Ashley, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (7/12).

Berikut indeks kota toleran versi Setara Institute:

1. Singkawang, 6.513
2. Kota Salatiga, 6.447
3. Pematang Siantar, 6.280
4. Kota Manado, 6.030
5. Ambon, 5.960
6. Kota Bekasi, 5.890
7. Kota Kupang, 5.857
8. Kota Tomohon, 5.833
9. Binjai Sumatera Utara, 5.830
10 Kota Surabaya, 5.823

Sementara itu, Jakarta ada di posisi ketiga dari urutan paling bawah. Jakarta ada di atas Banda Aceh dan Tanjung Balai.

Berikut 10 kota dengan skor toleransi terendah
85. Sabang, 3.757
86. Medan, 3.710
87. Makassar, 3.637
88. Bogor, 3.533
89. Depok, 2.490
90. Padang, 3.450
91. Cilegon, 3.420
92. Jakarta, 2.880
93. Banda Aceh, 2.830
94. Tanjung Balai, 2.817

Tonton juga ‘ Toleransi di Jakarta Rendah, Anies Diminta Tiru Wali Kota Bekasi ‘:

(fdn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>