Heboh https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2019/11/12/1dc10a7c-9a1b-4deb-8bb8-81259b5192ad_169.jpeg?w=780&q=90

Medan – Kasus atau kolera babi terus menyebar di Sumatera Utara (Sumut). Penyebarannya kini sudah mencapai 16 kabupaten dan kota.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Mulkan Harahap menyatakan kasus kematian babi masih terus terjadi. Data terakhir menunjukkan babi yang mati akibat terjangkit virus ini berjumlah 10.289 ekor.

“Angka tertinggi itu di Deli Serdang, 3.276,” kata Mulkan Harahap kepada wartawan di Medan, Jumat (22/11/2019).

Daerah-daerah yang terkena virus tersebut, yakni Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, dan Serdang Bedagai. Kemudian Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Langkat, Tebing Tinggi, Siantar.

Menurut Mulkan, perkembangan kasus ini terus disampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Untuk seterusnya, gubernur membuat laporan kepada Menteri Pertanian.

Kasus kematian ternak babi di Sumut terjadi sejak 25 September 2019. Bermula dari Dairi, kemudian menyebar ke berbagai daerah. Sebagian peternak membuang bangkai-bangkai babi yang mati itu secara sembarangan, termasuk ke sungai sehingga menimbulkan persoalan lingkungan, terutama di Deli Serdang dan Kota Medan.
(rul/aan)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>