Heboh Geger Bocah Tew*s Karena Dentuman Suara Sound System

1213b6d4-3fc4-4f8e-82fd-507f47da2350_169.jpeg


Sebarkan ~ Seorang bocah berinisial IK tiba-tiba ditemukan meninggal di depan sound system milik tetangga yang sedang hajatan. Diduga korban yang berusia 9 tahun meninggal karena mendengar suara sound system yang menyala sangat keras.

Seorang saksi yang juga tetangga korban, Tri Basofi Choirul Anwar (23) yang melihat pertama kali korban tertelungkup di depan sound system.

Saat itu sekitar pukul 15.35 WIB, Senin (25/2) saksi melihat korban berjalan di depan sound system. Saat suara sound system dinyalakan sangat keras, tiba-tiba korban ambruk dan tertelungkup.

“Rumah saya di depan rumah yang punya hajat. Saat itu saya berjalan ke arah rumah habis bantu-bantu. Sampai rumah, saya ngobrol dengan istri saya di ruang tamu. Lha pandangan saya terus tertuju pada sound system. Di depannya, ada tubuh anak kecil tertelungkup,” kata Tri mengawali ceritanya ke polisi.

Tri lalu mendekati tubuh si bocah. Namun tubuh itu tidak bergerak sama sekali. Tri yang merasa takut lalu memanggil istrinya Dian Safana. Tubuh bocah lalu diangkat Dian dan dimasukkan ke dalam rumah mereka.

“Setelah kami perhatikan ternyata ini anaknya tetangga sebelah. Namanya KI. Tapi sudah meninggal dunia. Saya sama istri memberitahu warga lain dan ada yang melaporkannya ke polisi,” tuturnya.

Polisi yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian. Mereka datang bersama tim medis Puskesmas Garum dan tim identifikasi Polres Blitar.

“Hasil visum luar, korban diduga meninggal karena serangan jantung. Dan dari keterangan keluarganya korban ini perokok akut. Kemungkinan korban memang sudah ada penyakit bagian dalam,” kata Kapolsek Garum AKP Rusmin dikonfirmasi.

Fakta ini tentu mengejutkan polisi. Mengingat usia korban masih 9 tahun dan masih duduk di kelas 2 SD. Keterangan lain dari beberapa warga, korban tergolong anak yang hiperaktif dan berani pada orang tuanya.

“Dia sering kumpul bapak-bapak, minta rokok ke mereka. Kadang juga ngelinting sendiri. Ibunya juga cerita, sering minta uang buat beli rokok. Kalau tidak dikasih, ibunya dipukuli,” ungkap kapolsek.

Beberapa warga sekitar juga bercerita, jika perangai buruk KI dilatarbelakangi kondisi orang tuanya yang menderita keterbelakangan mental. Ayah KI berusia sekitar 65 tahun, sudah tidak produktif dan mengalami keterbelakangan mental.

Kakak perempuannya juga mengalami kondisi serupa, bahkan meninggalkan rumah sudah lama. Sementara ibunya, sudah berusia 60 tahun jarang berada di rumah. Dari pagi hingga petang, ibunya membantu tetangga sekitar yang membutuhkan tenaganya.

Terkait volume sound system yang mengeluarkan suara keras saat kejadian, Rusmin menyatakan normal volume orang menggelar hajatan.

Penyelidikan kasus ini tidak dilanjutkan. Sebab, keluarga korban menolak jika jenazah KI diautopsi. Mereka sudah mengikhlaskan kematian KI sebagai sebuah musibah. Keluarganya juga membuat surat pernyataan bermaterai, tidak akan menuntut pihak lain di kemudian hari.

Sumber :detik.com