Heboh Gagal Curi Sepedamotor, Kawanan Maling Naik Mobil Tabrak Loper Koran Hingga Tewas

13-4-2019-Maling-di-USU.jpg

MEDAN, metro24jam.com – Tiga terduga pelaku pencurian sepedamotor yang beraksi dengan mengendarai mobil babak belur dihakimi massa setelah tertangkap di kawasan Kampus USU, Sabtu (13/4/2019) pagi sekira pukul 10.30 Wib.

Ironisnya, saat ketiga maling tersebut berusaha melarikan diri, mobil yang dikendarai mereka menabrak seorang loper koran.

Pria 57 tahun bernama Zulham, yang sehari-hari mengantarkan koran mengendarai sepeda dayung itu akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit USU, Jalan Dr Mansyur. Peristiwa itu pun sontak membuat heboh di kawasan Kampus USU.

Ketiga kawanan maling tersebut adalah Said Reza (31) warga Medan Permai, Komplek Puri Zahara 2, Armen Purba (27), warga Jalan Karya VII dan Indra Sahputra (34), warga Jalan Sei Mencirim. Keempatnya beraksi dengan mengendarai mobil sedan Honda BK 1613 BM.

Peristiwa berawal ketika ketiga pria tersebut memasuki kawasan Kampus USU–yang memang lebih sepi di hari Sabtu–mengendarai mobil sedan Honda BK 1613 BM yang dikemudian Said Reza.

Tiba di sana, Reza kemudian memarkirkan mobil tak jauh dari parkiran Fakultas Teknik Kimia. Selanjutnya, mereka kemudian memantau sepedamotor Yamaha R 15 BK 6219 MAV, yang belakangan diketahui adalah milik Rizki Afit Pratama (18), warga Jalan Sultan Serdang, Tanjung Morawa.

Setelah target didapat, Armen yang bertindak sebagai eksekutor keluar dari mobil dan langsung beraksi. Setelah beberapa saat, Armen kemudian mendorong sepedamotor milik Rizki.

Namun setelah beberapa kali mencoba, Armen ternyata tak bisa menyalakan mesin sepedamotor. Takut dipergoki, dia kemudian mendorong motor itu ke arah mobil di mana kedua temannya sedang menunggu sembari memantau situasi.

Mobil yang digunakan para pelaku. (ist/metro24jam.com)

Karena tak kunjung bisa dinyalakan, Armen kemudian memotong kabel kunci kontak sepedamotor tersebut. Saat itulah, aksinya itu dipergoki seorang mahasiswa.

Merasa curiga dengan gerak-gerik Armen, sang mahasiswa yang belum diketahui identitasnya tersebut kemudian berteriak, “Maling…!” Tak hanya itu, dia kemudian berhasil menyergap Armen.

Mendengar teriakan itu dan melihat temannya disergap, Reza yang masih duduk di bangku kemudi segera tancap gas.

Sementara teriakan mahasiswa tadi telah membuat massa segera berkerumun ke lokasi. Indra dan Armen akhirnya berhasil ditangkap. Spontan, keduanya pun jadi bulan-bulanan massa.

Sementara itu, Reza yang sudah panik menginjak pedal gas sedalam-dalamnya, sehingga mobil yang dikemudikannya melaju dengan kecepatan tinggi.

Namun, belum begitu jauh melaju, Reza tidak memperhatikan Zulham yang sedang mengayuh sepeda dan tak mampu mengelakkan mobilnya dari menabrak pria itu. Alhasil, Zulham terpental lalu terjerembab ke dalam parit.

Belum berhenti di situ, mobil yang dikemudikan Reza kemudian melaju tak terkendali hingga akhirnya menghantam sebatang pohon. Para sekuriti dan mahasiswa USU yang sudah bersiap segera mengepung Reza. Senasib dengan kedua temannya, Reza juga langsung dihakimi massa.

Sementara itu, melihat Zulham sudah kritis di dalam parit, beberapa orang kemudian mengangkatnya dan melarikan pria yang tinggal di Jalan HM Said, Medan Perjuangan itu ke Rumah Sakit USU. Sayang, setelah mendapat perawatan selama 2 jam, Zulham akhirnya meninggal dunia.

Personel Polsek Medan Baru yang mendapat informasi terkait peristiwa itu pun tak lama tiba di lokasi dan memboyong para pelaku berikut barang bukti ke Mapolsek Medan Baru.

Rizki Afit, kepada wartawan mengatakan dirinya mendengar teriakan maling saat sedang berada di ruangan laboratorium Fakultas Teknik Kimia.

“Aku tadi masuk kampus jam 8 (pagi). Terus aku ke Lab Teknik Kimia. Tiba-tiba ku dengar teriakan maling, langsung aku keluar. Rupanya udah ditangkap mahasiswa lain malingnya,” katanya.

Jenazah Zulham di RS USU. (ist/metro24jam.com)

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Philip A Purba membenarkan pihaknya telah mengamankan para pelaku.

“Benar, kita menerima dari satpam USU berikut barang bukti 1 unit sepeda motor R 15 warna abu-abu BK 6219 MAV, 1 Unit mobil sedan Honda BK 1613 BM warna hijau dan kunci T,” jelas Philip. (adi/asp)