Heboh Fatmansyah Tak Bisa Buktikan Kepemilikan Tanah dan Telah Membuat Pernyataan Pengosongan

20190414053312-al.jpg

Siantar, hetanews.com – Dalam pemberitaan sebelumnya, Fatmansyah atau Buyung, mengaku sudah tinggal lebih dari 61 tahun, di jalan Gunung  Simanuk-manuk No.I-B Siantar, dan mengaku sebagai ahli waris, lahan seluas 1.407.meter. Tapi Fatmansyah tidak mampu menunjukkan surat tentang hak milik.

"Karena sebenarnya Fatmansyah atau Buyung, tidak pernah tinggal di rumah tersebut,"kata Sari, Kepala UPT Cipta Karya Siantar, kepada hetanews.com, Sabtu (12/4/2019), lalu, di ruang kerjanya.

Ny Sri/Ngadirin yang tinggal di rumah bercorak hijau, surat perintah pengosongan yang disampaikan UPT didampingi lurah K Purba, kepada Ny Asri.

Menyadari rumah tersebut adalah milik negara, maka Asri/Ngadirin, membuat surat pernyataan akan segera mengosongkan rumah dan meminta waktu hingga 13 Agustus 2018.


Kakan Satpol dan Fatmansyah. (Foto/IST)

Namun setelah Asri /Ngadirin meninggalkan rumah tersebut, masuklah Fatmansyah. Karena tak dak juga mengosongkan rumah sesuai surat pernyataan yang telah dibuat, maka pihak UPT, meminta bantuan Satpol PP untuk pengosongan.

Juga pemilik salon, Berliana Saragih, telah mengakui kesalahannya yang tertuang dalam surat pernyataan, mengaku salah telah membuka usaha di atas tanah milik Negara, di jalan Gunung Simanuk-manuk.

Meminta waktu hingga Januari 2019 untuk segera pindah dan mengosongkan tanah tersebut.


Fatmansyah pun membuat surat pernyataan akan segera mengosongkan rumah, selambatnya pada Desember 2018.

Karena memang tanah tersebut merupakan Rumah Golongan III eks Okupasi Militer, jalan Simanukmanuk No.1-B Siantar, dan berdasarkan SK Gubsu No.12/686.K/2006 telah dialihkan status rumah Pemprovsu Golongan II menjadi Golongan III.

"Jadi saya hanya menjalankan tugas, sesuai dengan serah terima dari pejabat lama, T Akhmar BSC yang didalamnya untuk segera menindaklanjuti tanah milik Pemprovsu tersebut,"ungkap Sari.

Sebagaiman diketahui, rumah ini dijadikan sebagai lahan parkir (dikomersilkan) oleh orang tinggal, di rumah Rumah Bercorak Hijau karena letaknya tepat di depan Taman Hewan Siantar.