Heboh Emosi Disebut Monyet dan Jomblo, Pria Ini Tikam Leher Teman Kerja, Tewas!

SUNGGAL, metro24jam.com – Pria bernama Zulkarnain ini ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Sunggal lantaran telah membunuh rekan kerjanya, Rendy alias Bagong (22), Sabtu (18/6/2021) sekira pukul 13.30 WIB.

Peristiwa itu terjadi gara-gara Zulkarnai emosi setelah rekan kerjanya itu menyebut dirinya sebagai monyet dan jomblo. Pria 27 tahun ini langsung emosi dan menikamkan pisau ke leher Bagong.

Kejadian berawal di gudang tempat keduanya bekerja, di Jalan Kapten Sumarsono, Kecamatan Sunggal, Deliserdang. Zulkarnain yang tinggal di Jalan Veteran, Medan Helvetia sebelumnya sering saling ejek dengan Bagong.

Tidak tahan menerima ejekan dari rekannya, Zulkarnain pun emosi.

“Mereka memang sering ejek-ejekan sambil bergurau. Namun tersangka sakit hati dengan gurauan korban,” jelas Kasi Humas Polsek Sunggal, Aiptu Roni B Sembiring saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (22/6/2021).

Puncak emosi Zulkarnain pun terjadi saat keduanya sedang istirahat kerja. Keduanya kembali saling ejek di gudang. Tak tahan, Zulkarnain kemudian sebilah pisau yang telah disiapkannya. Ia langsung menikam leher Bagong. Sontak pria yang tinggal di kawasan Rengas Pulau, Medan Marelan itu pun roboh bersimbah darah.

“Pisau yang digunakan pelaku merupakan yang biasa digunakan para pekerja untuk bekerja,” kata Roni.

Rekan kerja lain yang melihat peristiwa itu pun langsung mengamankan Zulkarnain dan menghubungi petugas Polsek Sunggal. Sementara Bagong diboyong ke Rumah Sakit Hermina untuk mendapat perawatan. Namun sayang, nyawa pria itu tak tertolong lagi.

Personel Polsek Sunggal yang tiba di lokasi langsung mengamankan Zulkarnain dan barang bukti sebilah pisau berukuran panjang sekitar 13 cm. Namun saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti yang telah dibuangnya, Zulkarnain dikatakan berupaya melawan petugas untuk melarikan diri. Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur kepada Zulkarnain dengan menembak kakinya.

“Keluarga korban juga sudah membuat pengaduan serta terhadap tersangka kita persangkakan dengan pasal berlapis, pasal 340 subs 338 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara”, pungkas Roni. (*)