Heboh Dugaan Material Ilegal di PTPN III Kebun Bangun, Pengerjaan Dihentikan, Oknum Sekuriti Ancam Wartawan

12-7-2019-Alat-Berat.jpg

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Dugaan penggunaan material ilegal dalam pengerjaan perbaikan jalan produksi di PT Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Kebun Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun, ditengarai melibatkan banyak pihak.

Menyusul pemberitaan metro24jam.com, Kamis (11/7/2019), beredar informasi proyek perawatan jalan tersebut telah dihentikan, sementara Asisten APK Kebun Bangun yang sebelumnya sempat dikonfimasi metro24jam.com, ditarik ke Kantor Direksi (Kandir) di Jalan Sei Batang Hari, Medan Sunggal, Kota Medan.

Selain itu, oknum pengamanan PTPN III Kebun Bangun berinisial JN disinyalir mulai kasak-kusuk melobi pengusaha galian C legal di lingkungan PTPN III Kebun Bangun, agar bersedia mengakui sebagai pemasok material batu padas yang sebelumnya diduga dibeli dari pengusaha Galian C ilegal.

Pemberitaan itu juga membuat wartawan metro2jam.com menerima perlakukan tidak menyenangkan. Seorang oknum sekuriti PTPN III Kebun Bangun, menghalangi awak media ini ketika hendak mengkonfirmasi pihak manajemen, Jumat (12/7/2019).

Bahkan, petugas tersebut sempat melontarkan ancaman ketika meminta izin untuk mengabadikan satu unit alat berat, yang diduga telah digunakan untuk pengerjaan perawatan jalan produksi PTPN III Kebun Bangun yang saat ini dianggap bermasalah.

“Awas kalau ada apa-apa nanti! Jangan macam-macam kau! Ku laporkan kau, kawan ku banyak!” ancam oknum petugas sekuriti berpakaian sipil itu tanpa merinci orang yang dia sebut teman.

Kejadian yang berlangsung di pos pengamanan PTPN III Kebun Bangun itu pun disaksikan dua sekuriti lainya.

Demi mencegah terjadinya perselishan lebih meruncing, awak media ini akhirnya memilih meninggalkan pos pengamanan PTPN III Kebun Bangun.

Sementara itu, manajer tanaman PTPN III Kebun Bangun, Ir Syarif Emil, ketika dikonfirmasi metro24jam.com melalui pesan WhatsApp lebih memilih diam. Pesan yang dikirimkan, hingga saat ini tidak dibalas.

Namun tak lama kemudian seorang pria yang mengaku bernama Fad dan merupakan pemborong proyek di PTPN III Kebun Bangun, meminta persoalan material yang diduga ilegal itu tidak dipermasalahkan.

“Nggak usah dipersoalkan lagilah batu itu. Besok saya perlihatkan surat izin Galian C itu!” katanya.

Si JN itu yang suruh masukkan batu itu, dia karyawan, Wadanton di PTPN III Kebun Bangun, dia orang LSM, masak nggak kenal dengan dia? Besok ya, saya masih di Perdagangan ini,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, PTPN III Kebun Bangun disinyali menggunakan material yang dipasok oleh pengusaha tidak berizin alias ilegal dalam pengerjaan perawatan jalan produksi di lingkungan Afdeling 1, 2 dan 3. (age)

BACA JUGA: