Heboh Dua Tahun Menghilang, 3 Pelaku Pencurian Rp200 Juta Ditangkap Polisi

19-3-2019-Maling-200-juta.jpg

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Personel Unit Reskrim Polsek Saribudolok, berhasil mengungkap kelompok pembongkar rumah (pencurian dengan pemberatan–Curat), yang sudah bertahun-tahun malang-melintang melakukan pencurian di sejumlah tempat.

Teranyar, seorang anggota kelompok tersebut–inisial OP (25)–ditangkap di Desa Talang Duren Cacar, Kecamatan Rakit Hulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, Senin (18/3/2019) sekira pukul 00.30 Wib.

Kapolsek Saribudolok, AKP B Pakpahan dalam keterangannya kepada metro24jam.com, Selasa (19/3/2019) menjelaskan, penangkapan OP berawal dari tertangkapnya ESS (21), warga Rakut Besi, Nagori Siboras, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Simalungun, beberapa waktu lalu.

ESS ditangkap di Jalan Veteran, Pasar Kaget Berastagi, Kecamatan Berastagi, Karo, pada Rabu (13/2/2019). Dari hasil interogasi terhadap ESS, polisi kemudian berhasil meringkus tersangka lainya berinisial JG (23)–warga sekampung ESS.

Hasil interogasi terhadap JG dan ESS kemudian diketahui bahwa OP sudah melarikan diri dan bersembunyi di Provinsi Riau.

“Jumat (15/3/2019), kita mendapat informasi bahwa pelaku berinisial OP, bersembunyi di wilayah hukum Indragiri Hulu, Provinsi Riau,” kata Pakpahan.

Menindaklanjut informasi itu, AKP B Pakpahan kemudian memerintahkan personel Unit Reskrim segera melakukan penyelidikan ke Kabupaten Indragiri Hulu Minggu (17/3/2019), sekira pukul 24.00 Wib, personel Polsek Saribudolok tiba di Desa Talang Duren Cacar, Kecamatan Rakit Hulim, Indragiri Hulu. Setelah berkoordinasi dengan Polres Inhul, OP akhirnya ditemukan sedang menikmati musik organ tunggal (keyboard).

“Senin (18/3/2019) pukul 00.30 Wib, OP berhasil diamankan, selanjutnya diboyong ke Mapolsek Saribudolok. Sekira pukul 08.00 Wib, personel bersama tersangka tiba di Mako Polsek Saribudolok,” jelasnya.

Ketiga orang tersebut bersama teman-temannya, kata Pakpahan, diduga telah melakukan pencurian di kediaman Elison Sipayung, pada 30 Desember 2017 lalu.

“Pengungkapan ini berdasarkan laporan korban sesuai Laporan Polisi Nomor: LP 54/ XII/2017, tanggal 30 Desember 2017, atas nama pelapor Elison Sipayung,” kata Pakpahan dalam keterangannya.

Dalam laporannya, Elison Sipayung (59), yang sehari-hari bekerja sebagai petani di Rakut Besi, Nagori Siboras, Kecamatan Pamatang Silimahuta, baru pulang dari Tiga Raja bersama dua pekerja ladangnya untuk makan.

Sipayung kaget ketika melihat pintu kamar mandi belakang serta ventilasi rumahnya telah di rusak. Dia kemudian memeriksa sekeliling dan melihat pintu kamar depan juga sudah di rusak.

Di dalam kamar, Sipayung kemudian memeriksa uang sejumlah Rp200 juta yang disimpannya di beberapa tempat. Akhirnya diketahui uang miliknya yang disimpan di laci lemari, di bawah dan di atas tempat tidur yang sebelumnya terbungkus plastik kantongan warna hitam sudah hilang.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan Sipayung kepada Pangulu setempat yang kemudian meneruskannya ke Polsek Saribudolok.

Dari lokasi ketika itu, polisi mengamankan barang bukti berupa sebatang linggis, 2 broti pintu dan sekeping triplek yang dirusak para tersangka.

“Kita masih mencari beberapa anggota komplotan ini,” pungkas Pakpahan. (age)