Heboh Dua Pemuda Curi Sapi Kepergok Warga di Bandar Huluan, 1 Tertangkap, 1 Lagi Kabur

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Seorang remaja nyaris dimassa warga setelah tertangkap basah mencuri sapi di Simpang Tiga, Nagori Bandar Tongah, Kecamatan Bandar Huluan, Simalungun, Jum’at (4/12/2020) pagi.

Remaja 17 tahun yang belakangan diketahui berinisial TP ditangkap saat ‘menggonikan’ seekor anak sapi dalam kemasan pupuk.

TP yang mengaku warga Dusun I, Nagori Dolok Parmonangan, diamankan bersama satu unit sepedamotor Honda Verza. Sedangkan temannya beraksi yang disebut berinisial KN berhasil melarikan diri.

Menurut Sipahutar, seorang warga setempat, aksi pencurian sapi itu terjadi sekira pukul 6.00 Wib. Aksi keduanya ketahuan setelah sepedamotor Honda Verza yang dikendarai tiba-tiba mogok di jalan.

“Mereka kehabisan bensin. Kemudian anak muda setempat melìhat dua orang mengendarai sepedamotor mencurigakan. Sebab yang dibonceng menggendong seekor sapi anakan terikat dan dibungkus goni warna liris biru. Pas mogok itu, mereka membuang anak lembu itu ke parit di pinggir jalan,” katanya.

Melihat itu, remaja berinsial RD (16) segera memberitahu kepada warga setempat. Dalam hitungan detik sejumlah warga pun sudah berkerumun dan mempertanyakan asal hewan tersebut kepada KN dan TP.

“Pelaku sempat menjawab kalau sapi itu milik mereka. Namun pemuda satunya yang mengendarai sepeda motor langsung melarikan diri meninggalkan temanya sama lembu dan sepadamotor yang dikendarainya,” jelas Sipahutar, Jum’ at (4/12/2020) sore.

Setelah ditangkap warga, TP (17) kemudian mengakui bahwa mereka baru mencuri anak sapi tersebut, dari areal perkebunan sawit PTPN IV Kebun Laras, pada subuh hari.

Sapi itu kemudian diketahui milik seorang warga bernama Robi,warga Desa Bah Gunung. Kecamatan Bandar Huluan.

“Dia mengaku sudah lima kali mencuri sapi anakan di lokasi yang berbeda,” timpal warga lainya.

Untuk mengantisipasi kemarahan warga, seorang tokoh masyarakat setempat lalu menyarankan agar terduga pelaku berikut barang bukti diserahkan ke Polsek Perdagangan.

“Kasus pencurian ini bukan pertama kali terjadi di sini, sudah berulang-ulang. Kami minta polisi teruslah melakukan pengembangan. Kemungkinan besar penadah lembu-lembu curian ini pasti tak jauh dari kampung kami ini,” katanya.

Warga mengaku resah, sebab selama ini sudah sering terjadi kehilangan hewan ternak terutama anak-anak sapi di desa tersebut.

Kapolsek Perdagangan AKP Josia Simarmata, saat dikonfirmasi terkait aksi pencurian sapi tersebut, sama sekali tidak memberikan jawaban. (age)