Heboh Ditangkap Personel TNI di Binjai, Pria Ini Mengaku Bisa Jual 50 Gram Sabu Dalam Sepekan

BINJAI, metro24jam.com – Peredaran narkotika jenis sabu semakin marak di Indonesia, bahkan sudah sampai ke pelosok negeri, tak terkecuali Kota Binjai, Sumatera Utara. Walau memiliki efek samping yang sangat buruk bagi pemakainya, namun setiap hari, ada saja pemakai baru yang terjerumus menggunanakannya.

Seperti diungkapkan TAS, salah seorang pengedar sabu di Binjai yang ditangkap anggota Intel Kodim 0203/LKT, dari rumahnya di Cut Nyak Dien, Kelurahan Tanah Tinggi, Binjai Timur, Jumat (30/11/2018).

Dalam sepekan, dia berhasil mengedar sabu sebanyak 50 gram bahkan pebih. “Semua itu (50 gram) pasti habis dalam satu minggu,” katanya.

Apabila habis, maka TAS kembali memesan sabu melalui seseorang berinisial IF. “Barang (sabu) itu dari IF,” katanya.

Selain mengedar sabu, pria bertubuh gempal tersebut juga kerap mengadakan pesta narkoba di rumahnya.

Pasi Intel Kodim 0203/LKT, Kapten Kav Selamat Jaya didampingi Dan Unit, Lettu Arm Defrinal menyatakan, TAS sudah lama menjadi pengedar sabu.

Setelah mendapat informasi adanya transaksi, pihak Intel Kodim langsung mengintai pergerakan mereka.

Sayang, salah satu pengedar yang identitasnya sudah diketahui, melarikan diri saat disergap. “Kita hanya berhasil mengamankan TAS. Rekannya melarikan diri,” ujar Defrinal.

Bahkan, TAS juga sempat berusaha melarikan diri. Namun, hanya berjarak 200 meter, anggota Intel Kodim 0203/LKT berhasil meringkusnya.

Setelah mengamankan TAS, anggota unit Intel Kodim pun menggeledah kediamannya. Dari dalam rumah tersebut, lanjut Defrinal, mereka mengamankan timbangan elektrik, buku catatan transaksi penjualan narkoba.

Selain semuanya itu, ada juga seragam polisi milik SL, Handy Talkie (HT) serta kartu keanggotaan partai politik atas nama Tommy Surbakti, SIM dan ATM serta handphone.

“Seragam polisi itu milik oknum yang sudah tidak aktif dan telah dipecat. Dari pengakuan TAS, dia tidak pernah menggunakan seragam tersebut,” jelas Defrinal. (Juf)