Heboh Ditangkap Memeras di Batubara, Nasman Sudah Sering Beraksi, 1 Pelaku Ditembak

21-9-2019-Pemeras-Batubara.jpg

BATUBARA, metro24jam.com – Satu dari dua pria yang melakukan pemerasan bersama di Dusun I Desa Simpang Kopi, Kecamatan Sei Suka, Batubara, Rabu (18/9/2019) sekira pukul 13.30 WIB kemarin akhirnya ditembak polisi.

Sugiono alias Yogi (46)–warga Dusun Mesjid, Desa Aras, Kecamatan Beringin, Deliserdang, ditembak di betis sebelah kiri karena mencoba melarikan diri saat pengembangan.

Diketahui sebelumnya, bersama Drs Nasman Manao (52)–warga Jalan Balai Desa, Gang Antara, Kelurahan Timbang Deli, Medan Amplas–Sugiono ditangkap personel Polsek Indrapura, saat coba memeras Dedy Priono (37) warga Dusun I Tamsis, Desa Simpang Kopi, Kecamatan Sei Suka, dengan dalih pemeriksaan izin usaha.

Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang saat memaparkan kedua tersangka mengatakan, kedua tersangka sudah seringkali melakukan pemerasan di bebrapa kabupaten/kota di Sumatera Utara.

“Saat melakukan pemerasan, keduanya mengaku sebagai sebagai perwira polisi dari Polda Sumatera Utara,” kata Simatupang didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata, di Mapolres Batubara, Jum’at (20/9/2019) sore.

Untuk memuluskan aksinya, Nasman juga selalu menunjukan sepucuk pistol non organik jenis softgun yang diselipkan di pinggangnya.

Sebelum memeras Dedy, kedua pelaku juga sudah memeras pengusaha roti klatak Samsiah (50), warga Dusun III, Desa Tanjung Kubah, Kecamatan Air Putih sebanyak Rp1 juta, Rabu (18/9/2019).

“Pelaku yang terbilang residivis ini sudah sering kali beraksi. Ada di Langkat, Medan dan berapa tempat lainnya,” beber Simatupang.

Lebih lanjut dijelaskan Simatupang, saat beraksi, Nasman–yang disebut sebagai mantan Ketua Panwaslu Nias Selatan–selalu tampil di depan, sedangkan Yogi menunggu di dalam mobil, seolah-olah sebagai atasannya.

“Jika korban berusaha menawar, maka tersangka NM akan berdalih bawa dia harus menanyakan hal itu kepada tersangka SO sebagai komandannya,” beber Simatupang.

Bersama kedua pelaku polisi turut mengamankan barang bukti 1 pucuk senjata api non organik jenis air softgun, 6 butir selongsong kosong serta 3 kartu pers, 1 unit mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1469 MP tanpa STNK, uang Rp1.000.000, 2 unit HT (Handy Talki), 1 unit hp merk samsung gold, 2 keping KTP atas nama Drs Nasman Manao dan Sugiono serta plat nomor polisi BK 1735 DK.

Informasi dihimpun metro24jam.com, Nasman sebelumnya juga sudah pernah ditangkap dalam kasus pemerasan dengan mengaku sebagai petugas dari ICW di Medan pada 2015 dan Dirjen Pajak di Binjai pada 2016 silam. (fik)

BACA JUGA: